Hasto Ajak Perkuat Toleransi Melalui Semangat Waisak Bersama
- 16 Jun 2026 10:57 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo menegaskan pentingnya menjaga toleransi, persatuan, dan kerukunan sebagai fondasi utama pembangunan daerah di tengah keberagaman masyarakat. Pesan tersebut disampaikan saat menghadiri Perayaan Waisak Sannipatta Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Tahun 2026 yang berlangsung di Graha Pandawa Balai Kota Yogyakarta, Sabtu 13 Juni 2026.
Perayaan Hari Raya Tri Suci Waisak 2570 Buddhis Era itu dihadiri unsur pemerintah, tokoh agama, serta masyarakat dari berbagai kalangan. Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mempererat hubungan antarumat beragama sekaligus memperkuat semangat kebangsaan dalam kehidupan bermasyarakat.
Dalam sambutannya, Hasto menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya perayaan Waisak yang dinilai tidak hanya memiliki makna spiritual bagi umat Buddha, tetapi juga mengandung pesan universal tentang perdamaian, persatuan, dan keharmonisan sosial yang relevan bagi seluruh masyarakat.

Menurut Hasto, peringatan Waisak mengingatkan umat manusia pada tiga peristiwa agung dalam kehidupan Buddha Gautama, yakni kelahiran Pangeran Siddhartha, pencapaian Pencerahan Sempurna, dan Parinibbana atau wafatnya Sang Buddha. Ketiga peristiwa tersebut mengandung nilai-nilai kebajikan yang dapat menjadi pedoman dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan modern. “Semangat Waisak mengajarkan pentingnya ketenteraman, toleransi, dan kerukunan. Nilai-nilai tersebut sangat relevan dalam menjaga keharmonisan kehidupan bermasyarakat di tengah keberagaman yang kita miliki,” ujarnya.
Ia menilai Daerah Istimewa Yogyakarta memiliki modal sosial yang kuat karena dihuni masyarakat dari berbagai latar belakang suku, etnis, agama, budaya, dan tradisi. Keberagaman tersebut telah menjadi ciri khas yang selama ini mampu dijaga melalui semangat saling menghormati dan menghargai perbedaan.
Menurut Hasto, keberagaman bukanlah faktor yang memecah belah masyarakat. Sebaliknya, perbedaan merupakan kekuatan yang dapat mendorong terciptanya kehidupan yang damai, inklusif, dan sejahtera apabila dikelola dengan baik. “Perbedaan yang ada bukanlah penghalang, melainkan modal sosial yang harus terus dirawat untuk mewujudkan masyarakat yang damai, adil, makmur, dan sejahtera,” katanya.
Lebih lanjut, Hasto menyoroti tema Waisak tahun ini yang dinilainya mengandung pesan penting tentang penguatan persaudaraan, penyebaran nilai-nilai kebaikan, serta pentingnya membangun dialog dan kerja sama di tengah kehidupan berbangsa dan bernegara yang semakin dinamis.
Ia menambahkan bahwa nilai cinta kasih, welas asih, kebijaksanaan, dan perdamaian yang diajarkan dalam agama Buddha dapat menjadi inspirasi bersama dalam memperkuat solidaritas sosial dan semangat gotong royong di berbagai lapisan masyarakat. “Dharma sebagai sumber moral dan kebijaksanaan hendaknya menjadi inspirasi bagi kita semua untuk terus memperkuat persaudaraan dan menjaga kerukunan,” ujarnya.
Pemerintah Kota Yogyakarta, lanjut Hasto, berkomitmen untuk terus menjaga kehidupan yang harmonis melalui penguatan toleransi antarumat beragama, pemberdayaan masyarakat, serta berbagai program pembangunan yang berlandaskan nilai-nilai kebangsaan. Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan momentum Waisak sebagai pengingat pentingnya kebersamaan dalam menjaga Yogyakarta sebagai daerah yang menjunjung tinggi toleransi, keberagaman, dan persatuan. Perayaan Waisak Sannipatta DIY 2026 kemudian ditutup dengan prosesi penyalaan Lilin Perdamaian sebagai simbol harapan akan terciptanya kedamaian dan keharmonisan, yang diiringi lagu Malam Suci Waisak karya Bhikkhu Girirakhito serta diakhiri dengan penyerahan cenderamata dan foto bersama.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....