Tanggal 14 Juni Diusulkan Jadi Hari Purbakala Nasional, Ini Urgensinya
- 14 Jun 2026 03:41 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Mahasabha Purbakala Jaringan Masyarakat Peduli Budaya mengusulkan 14 Juni ditetapkan sebagai Hari Purbakala Nasional melalui Keputusan Presiden (Keppres). Hal tersebut disampaikan dalam sarasehan bertajuk Urgensi 14 Juni Diusulkan Menjadi Hari Purbakala Nasional yang digelar di Peken Klangenan, Kotagede, Sabtu 13 Juni 2026.
Ketua Mahasabha Purbakala Jaringan Masyarakat Peduli Budaya, Sigit Sugito mengatakan kegiatan tersebut juga menjadi momentum deklarasi Mahasabha Purbakala yang dibentuk pada 20 Mei 2026.
Organisasi tersebut merupakan gabungan berbagai elemen masyarakat, mulai dari organisasi sosial, organisasi budaya, akademisi, hingga komunitas yang memiliki perhatian terhadap pelestarian warisan budaya.
Sigit menjelaskan salah satu tujuan utama organisasi tersebut untuk mentransformasikan nilai-nilai kepurbakalaan kepada generasi muda agar lebih memahami arti penting situs dan artefak sebagai bagian dari sejarah peradaban bangsa.
“Gelaran tersebut merupakan cara kita mentransformasi purbakala kepada generasi muda. Maka kita banyak melibatkan anak-anak muda supaya memahami arti situs dan artefak terhadap kebudayaan serta peradaban kita,” ujarnya, saat ditemui di sela kegiatan.
Menurutnya, warisan purbakala seharusnya menjadi pijakan dalam membangun masa depan bangsa. Namun, saat ini masyarakat dinilai mulai menjauh dari akar sejarah dan budaya yang dimiliki.
Sementara itu, Ketua Umum Perkumpulan Ahli Arkeologi Indonesia, Marsis Sutopo mengatakan Indonesia memiliki banyak peninggalan purbakala yang perlu dilindungi. Sebagian di antaranya telah ditetapkan sebagai cagar budaya sesuai ketentuan perundang-undangan.
Meski demikian, menurutnya, peninggalan purbakala yang belum berstatus cagar budaya tetap memiliki nilai penting dan tidak boleh diabaikan maupun dimusnahkan. Warisan tersebut perlu dimanfaatkan sebagai sarana edukasi dan penguatan identitas budaya masyarakat.
“Peninggalan purbakala harus bisa memberikan manfaat bagi masyarakat agar mereka tetap tumbuh dan berkembang tanpa meninggalkan akar budayanya sendiri,” katanya dalam kesemapatan yang sama
Marsis menambahkan, pelestarian warisan purbakala penting dilakukan agar generasi muda tidak kehilangan keterhubungan dengan sejarah bangsanya.
Ia berharap peninggalan yang diwariskan para leluhur dapat terus dijaga dan dimanfaatkan oleh generasi sekarang maupun generasi mendatang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....