Biksu Lintas Negara Bakal Lakukan Jalan Damai Menuju Borobudur
- 14 Mei 2026 16:50 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Provinsi DIY akan menjadi salah satu titik penting perjalanan spiritual lintas negara bertajuk Indonesia Walk for Peace (IWFP) 2026. Kegiatan tersebut merupakan prosesi jalan damai para biksu menuju puncak perayaan Hari Raya Waisak di Candi Borobudur.
Sebanyak 55 biksu dari Thailand, Malaysia, dan Laos dijadwalkan memasuki wilayah Yogyakarta pada 25–27 Mei 2026. Perjalanan spiritual ini dimulai dari Bali, melintasi Jawa Timur dan Jawa Tengah, sebelum berakhir di Borobudur saat puncak Waisak berlangsung.
Pembimbing Masyarakat Buddha Kantor Wilayah Kementerian Agama DIY, Pandu Dinata, mengatakan kegiatan tersebut merupakan transformasi dari tradisi Thudong yang telah berjalan selama empat tahun terakhir. Menurutnya, perjalanan spiritual itu kini dikembangkan menjadi gerakan damai lintas negara dengan skala yang lebih besar. “Awalnya sejak empat tahun lalu namanya Thudong, yaitu perjalanan spiritual para biksu atau sangha yang hidup secara alami, tanpa alas kaki, tanpa persiapan khusus, tidur di mana saja, makan sesuai apa yang ditemui sepanjang perjalanan,” ujarnya.

Pandu menjelaskan, Indonesia Walk for Peace 2026 menjadi simbol perjalanan spiritual sekaligus pesan perdamaian antarumat. Ia menyebut kegiatan tersebut akan berakhir di Borobudur bertepatan dengan detik-detik Waisak yang menjadi tradisi khas di Indonesia. “Sekarang menjadi Indonesia Walk for Peace 2026. Diikuti 55 biksu dari tiga negara dan berakhir di Borobudur saat puncak Waisak,” katanya.
Menurut Pandu, Indonesia memiliki tradisi detik-detik Waisak yang berbeda dibanding negara lain. Pada beberapa menit menjelang puncak Waisak, umat Buddha bersama para biksu akan melakukan meditasi bersama sebagai bentuk penghormatan terhadap kelahiran, pencerahan, dan wafatnya Buddha Gautama. “Indonesia punya tradisi detik-detik Waisak yang berbeda dengan negara lain. Beberapa menit sebelum puncak Waisak, umat dan para biksu melakukan meditasi bersama,” ucapnya.
Ia menambahkan, perjalanan spiritual seperti Thudong umumnya dilakukan di kawasan hutan atau wilayah yang lebih kondusif untuk meditasi. Karena itu, pelaksanaan di area perkotaan seperti Yogyakarta membutuhkan pengaturan yang matang agar tetap tertib dan tidak mengganggu aktivitas masyarakat.
Yogyakarta dipilih menjadi titik persinggahan penting setelah komunitas Buddha lokal menyatakan kesiapan menjadi tuan rumah apabila rombongan melintas dari arah timur Pulau Jawa. Panitia Sie Acara DIY Indonesia Walk for Peace 2026, Ernest Lianggar Kurniawan, mengatakan komitmen tersebut telah disampaikan sejak pertemuan dengan rombongan biksu pada 2023 di kawasan Candi Prambanan. “Kami pernah berjanji, bila suatu saat perjalanan melewati Yogyakarta dari arah timur, maka kami siap menjadi tuan rumah,” ujarnya.
Selama berada di Yogyakarta, para biksu dijadwalkan mengikuti berbagai rangkaian kegiatan penyambutan yang melibatkan masyarakat lintas agama, komunitas budaya, hingga pelajar. Prosesi dimulai dari Gerbang Candi Prambanan dengan tradisi tabur bunga, kemudian rombongan berjalan menuju pusat Kota Yogyakarta melewati kawasan Tugu Yogyakarta, Malioboro, hingga Titik Nol Kilometer sebelum diterima secara resmi di Kompleks Kepatihan.
Panitia juga menyiapkan kegiatan Pindapata pada 26 Mei 2026 di sepanjang kawasan Malioboro hingga Titik Nol Kilometer. Tradisi tersebut merupakan pemberian dana makanan pagi kepada para biksu sebagai bentuk penghormatan dan dukungan umat. Masyarakat diimbau membawa makanan kering untuk dibagikan kepada para peserta perjalanan spiritual tersebut.
Selain prosesi spiritual, kegiatan ini diharapkan menjadi momentum memperkuat toleransi dan harmoni keberagaman di Yogyakarta. Panitia menyebut persiapan penyelenggaraan telah mencapai sekitar 80 persen dengan koordinasi yang dilakukan hingga tingkat kemantren, kelurahan, RT/RW, sekolah, dan unsur masyarakat lainnya. “Secara umum persiapan sudah 80 persen. Tinggal penguatan koordinasi teknis,” kata Pandu.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....