Living Walls Jadi Ruang Refleksi Kehidupan Seniman

  • 14 Mei 2026 15:42 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Pameran seni bertajuk INNSiDE Art Exhibition 2026: Living Walls tidak hanya menghadirkan ruang apresiasi karya visual, tetapi juga menjadi medium refleksi perjalanan hidup para seniman yang terlibat di dalamnya. Salah satu seniman yang berpartisipasi, Johan, mengungkapkan bahwa karya-karya yang dipamerkannya lahir dari pengalaman personal sekaligus menjadi titik balik kehidupannya pascapandemi Covid-19.

Pameran yang berlangsung di INNSiDE by Melia Yogyakarta itu menampilkan berbagai karya dengan pendekatan visual ekspresif, imajinatif, dan penuh warna. Johan menghadirkan karya bergaya dekoratif-figuratif yang masih memiliki keterkaitan dengan pendekatan naive art, sejalan dengan tema besar “Living Walls”.

Menurut Johan, proses kreatif yang dijalaninya tidak dapat dipisahkan dari pengalaman hidup yang membentuk cara pandangnya terhadap kehidupan. Ia menyebut setiap karya yang lahir merupakan rekam jejak perjalanan batin dan proses pembelajaran diri yang terus berkembang dari waktu ke waktu. “Ini tentang titik balik kehidupan. Proses kekaryaan saya sendiri mengikuti jejak rekam pengalaman hidup,” ujar Johan saat ditemui di sela pameran.

Ia menjelaskan, fase setelah pandemi Covid-19 menjadi momentum penting yang memengaruhi arah artistiknya. Melalui karya visual yang ditampilkan, Johan mencoba menerjemahkan pesan tentang keseimbangan hidup, pengendalian diri, hingga pentingnya menjaga niat baik dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Dalam karya-karyanya, unsur simbolis tampak melalui permainan warna, garis, dan bentuk visual yang sarat makna. Warna ungu serta pola garis berulang disebut menjadi simbol perjalanan hidup manusia yang terus bergerak dan berkembang. “Visual saya memang sepintas terlihat naif, tetapi sebenarnya ada simbol-simbol tentang proses kehidupan. Warna ungu, garis-garis, itu menggambarkan perjalanan hidup juga,” katanya.

Sebagai seniman, Johan menilai proses berkarya tidak cukup hanya dilakukan di dalam studio. Ia menekankan pentingnya keterlibatan aktif di ruang seni publik melalui pameran, komunitas, hingga kolaborasi lintas bidang untuk memperluas jejaring kreatif. “Kalau namanya seniman, kita harus aktif. Ikut pameran, membangun relasi komunitas, bahkan mengikuti kompetisi untuk memperluas jaringan,” ujarnya.

Johan juga berpesan kepada generasi muda, khususnya mahasiswa dan calon seniman, agar tidak ragu menekuni dunia seni meski penuh tantangan. Menurutnya, setiap orang memiliki sisi kreatif dan jiwa seni yang dapat berkembang melalui keberanian memulai dan konsistensi menjalani proses. Pameran “Living Walls” sendiri berlangsung mulai 13 Mei hingga 13 November 2026 sebagai bagian dari upaya memperkuat ekosistem seni dan ruang apresiasi kreatif di Yogyakarta.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....