Pameran Tunggal Teguh Paino Tuwuh Lan Ngrembaka Hadirkan "Rahim Kehidupan"

  • 05 Mei 2026 16:10 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Sleman - Seniman berbakat asal Giripeni, Kulon Progo, Teguh Paino, rampung menggelar pameran tunggalnya yang bertajuk "Tuwuh Lan Ngrembaka". Acara ini berlangsung di Studio Kalahan, Yogyakarta, mulai dari tanggal 27 April dan berakhir pada 4 Mei 2026.

Pameran ini merupakan salah satu proyek untuk syarat tugas akhir Nisa, putri Teguh Paino, sekaligus perayaan perjalanan artistik sang seniman yang telah dimulai sejak tahun 1998. Nisa, yang juga merupakan manajer proyek pameran ini, menjelaskan bahwa tajuk pameran ini secara harfiah berarti tumbuh dan berkembang dalam bahasa Jawa.

Karya-karya yang dipajang merangkum evolusi gaya dan media yang digunakan Teguh selama hampir tiga dekade terakhir. Pengunjung pameran diajak melihat bagaimana penggunaan warna dan bahasa personal sang seniman berubah mengikuti perkembangan zaman.

Salah satu karya yang menonjol dan menarik perhatian adalah karya instalasi terbaru berjudul "Kelahiran" berbentuk seperti janin di dalam rahim lengkap dengan tali pusar yang menjulur. Karya ini tercipta dari proses refleksi bahwa manusia pernah berada di rahim ibunya, kemudian lahir dan mengenali dunia.

"Tuwuh Lan Ngrembaka itu saya terjemahkan dalam karya instalasi ini. Jadi proses kehidupan manusia itu dari dalam rahim, kemudian lahir dan menjalani fase-fase kehidupan," ujar Teguh.

Proses ini pula yang Teguh alami dalam prosesnya berkesenian dan berkarya. Ia mengawali proses dari nol tidak tahu tentang seni rupa, hingga kini ia dapat menghasilkan karya seni.

Teguh Paino mengaku inspirasi karya-karyanya berasal dari kehidupan dan pengalaman personalnya. Seperti pengalamannya di peristiwa tahun 1998, hingga kemudian ia berkeluarga dan punya anak.

Sangat terlihat perbedaan secara visual, bahasa simbol dan pilihan warna dalam karya Teguh dari tahun ke tahun. Karya-karya yang ditampilkan menggambarkan proses tumbuh dan berkembang Paino sebagai seorang seniman.

"Proses kehidupan dan proses berkesenian itu sebenarnya beda tipis. Jadi proses kehidupan dan berkesenian itu saling beriringan jalan bersama," ujar Teguh.

Persiapan pameran sudah dimulai sejak bulan November 2025. Sejak hari pertama dibuka, antusiasme masyarakat terlihat sangat tinggi berkat promosi di platform media sosial seperti TikTok. Banyak pengunjung dan rekan seniman lokal Yogyakarta datang untuk mengapresiasi perjalanan panjang Teguh Paino di bidang seni.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....