Peken Klangenan Kotagede, Alternatif Wisata Kuliner hingga Sejarah

  • 03 Mei 2026 11:50 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta – Kampung Pusaka Beteng Cepuri sebagai kawasan bersejarah di Yogyakarta, menghadirkan ruang kreatif berbasis budaya, yaitu Peken Klangenan Kotagede (PKK). Event tersebut merupakan ekosistem budaya yang menggabungkan tradisi, seni, sejarah hingga spiritualitas.

Peken Klangenan Kotagede digelar rutin setiap akhir pekan, dan menjadi destinasi alternatif bagi wisatawan dan masyarakat lokal yang ingin menikmati suasana berbeda di tengah kota. Kegiatan ini digelar di situs bersejarah bekas ibu kota awal Kasultanan Mataram yang menghadirkan pengalaman unik.

Founder Peken Klangenan Kotagede, Awang Kagunan menuturkan konsep “peken” yang berarti pasar dalam bahasa Jawa, yang kemudian diolah menjadi lebih luas dari sekadar aktivitas jual beli. Di sini, pengunjung tidak hanya bertransaksi, tetapi juga berinteraksi dengan berbagai elemen budaya lokal.

Berbagai aktivitas yang dapat dinikmati pengunjung antara lain kuliner tradisional khas Yogyakarta, termasuk aktivitas pameran seni dan kerajinan lokal. Kemudian digelar juga workshop budaya dan aktivitas kreatif, pertunjukan seni tradisional hingga kontemporer, area edukasi anak dan interaksi alam.

”Kami ingin menghidupkan ekosistem budaya berkelanjutan,” katanya di Kampung Pusaka Beteng Cepuri, Sabtu, 3 Mei 2026. ”Agar menjadikan kegiatan ini sebagai ruang hidup budaya, bukan sekadar event temporer, yang melibatkan pelaku UMKM, seniman, hingga komunitas lokal.”

Keunikan lain dari Peken Klangenan terletak pada lokasinya yang berada di area Benteng Cepuri, yang menjadi bagian dari peninggalan sejarah Kerajaan Mataram Islam. Nuansa heritage ini memberikan pengalaman wisata lebih mendalam, sekaligus memperkuat identitas Kotagede sebagai kawasan budaya.

”Dengan perpaduan antara sejarah, seni, dan interaksi sosial, Peken Klangenan menjadi simbol upaya revitalisasi budaya lokal di tengah arus modernisasi,” katanya. ”Peken Klangenan bukan hanya pasar tematik, melainkan ruang budaya yang menghadirkan pengalaman wisata berbasis sejarah, seni, dan komunitas.”

Salah satu pengisi acara, Owner Sanggar Tari Sekarjati Pleret Bantul, Erwin Saputro mengapresiasi kehadiran evemt Peken Klangenan Kotagede ini. DIY yang saat ini merupakan daerah istimewa dengan kebudayaan dan wisata, sangat butuh ruang ruang seni seperti ini, untuk wadah kaum pekerja seni berekspresi.

Erwin menambahkan dalam even PKK kali ini ia menampilkan tiga siswinya. Yakni Kalyana Parahita Laksmita Persada, Elisabeth Arini Sekar Kinanti dan Pramudita Putri Nirwasita untuk mempersembahkan Tari Klasik Gaya Yogyakarta bernama Sekar Pudyastuti.

Salah satu tenant kerajinan handmade dan fesyen yang juga Owner Buah Budaya, Ernawati menyatakan, kehadiran PKK menumbuhkan kepercayaan diri pelaku sektor UMKM lokal ditengah gempuran krisis ekonomi yang terjadi saat ini. Ia berharap PKK akan terus maju dan berkembang pesat.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....