Persembahan 20 Tahun Phillip Iswardono Berkarya dalam Pergelaran Tunggal di TBY

  • 02 Mei 2026 21:23 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Jejak perjalanan desainer kondang Phillip Iswardono selama dua dekade di industri mode dalam pergelaran tunggal bertajuk “Menyuluh Wastra Menoreh Jejak” resmi dimulai. Acara prestisius ini bukan sekadar peragaan busana biasa, melainkan sebuah eksplorasi mendalam terhadap wastra Nusantara sebagai identitas budaya yang terus berevolusi.

Selama 20 tahun, Phillip dikenal konsisten mengangkat nilai tradisi ke dalam karya kontemporer yang berakar kuat pada budaya Indonesia. Pergelaran ini sekaligus mendandai untuk pertama kalinya di Yogyakarta, menghadirkan konsep unik yang menggabungkan peragaan busana (fashion show) dengan instalasi seni mode (fashion art installation) dalam satu narasi artistik.

Phillip mengatakan, pergelaran tunggal Menyuluh Wastra Menoreh Jejak, bukan sekadar perayaan dua dekade perjalanannya. Tetapi merupakan semangatnya untuk bisa membawa industri fashion Daerah Istimewa Yogyakarta ke level yang lebih tinggi.

"Persembahan ini bukan karena saya tetapi persembahan ini untuk Yogyakarta dan tentunya untuk Indonesia," katanya, saat membuka pergelaran tunggal Menyuluh Wastra Menoreh Jejak, di Taman Budaya Yogyakarta, Sabtu, 2 Mei 2026.

Pergelaran yang berlangsung hingga 3 Mei 2026 dan terbuka untuk umum ini menampilkan Fashion Art Installation yang merepresentasikan proses kreatif Phillip selama dua dekade berkarya. Sementara Fashion Show menghadirkan interpretasi karya dalam bentuk busana yang hidup di atas panggung runway.

Eksplorasi Budaya 7 Daerah.

Koleksi yang ditampilkan merupakan hasil kurasi dari kekayaan budaya tujuh daerah di Indonesia. Setiap karya mencerminkan dialog antara tradisi dan inovasi, di mana wastra dipandang bukan sekadar material, melainkan ruang yang menyimpan ingatan dan identitas budaya.

" Sebanyak 74 model akan terlibat dalam acara ini, dengan aturan khusus di mana setiap model hanya mengenakan satu busana. Pendekatan ini diambil untuk memberikan ruang apresiasi yang utuh dan menegaskan nilai eksklusivitas pada setiap desain," ucapnya.

Penasihat Pergelaran, Afif Syakur mengungkapkan, bahwa pergelaran dua dekade Phillip Iswardono ini membuktikan seorang seniman modern yang telah mendedikasikan waktu, tenaga, pikiran dalam memgolah wastra nusantara. Menurutnya, pengabdiannya dalam mengembangkan produk budaya menjadi penampilan yang mampu mengikuti perkembangan zaman.

"Wastra diolah sedemikian rupa dan lewat pintu gerbang Yogyakarta ini mampu menembus internasional. Lewat kegiatan ini, seorang Philip Iswardono, seorang seniman wastra, akan mengenalkan wastra sebagai produk yang berkelanjutan," ujarnya.

Desainer Indonesia Phillip Iswardono bersama Gusti Putri saat pembukaan pergelaran tunggal Menyuluh Wastra Menoreh Jejak di TBY, Sabtu, 2 Mei 2026. (Foto: RRI/Dyan Parwanto)

Apresiasi setinggi-tingginya juga diberikan Permaisuri Kadipaten Pakualaman, Gusti Kanjeng Bendara Raden Ayu Adipati Paku Alam X, atas keteguhan hati seorang Phillip Iswardono. Menurutnya, 20 tahun bukanlah waktu yang singkat, bagi seorang kreator untuk tetap setia pada jalur wastra.

Gusti Putri mengungkapkan, melalui pergelaran Menyuluh Wastra Menoreh Jejak, menjadi gambaran nyata bagaimana Philip Iswardono telah menghidupkan kembali cahaya pada kain-kain tradisional Indonesia, agar tetap bersinar dan harus dikenal. Setiap helai kain yang dipamerkan di sini ditegaskannya, bukan sekadar benda mati, tetapi di dalamnya tersimpan jejak pemikiran, doa, upaya pelestarian yang mendalam.

"Saya secara pribadi sangat mengapresiasi dedikasi Mas Philip. Harapan saya semoga pameran ini dapat menjadi inspirasi bagi para generasi muda, termasuk para penggiat organisasi pemuda, untuk tidak ragu menggali kembali akar budayanya sendiri," ujarnya.

Gusti Putri mengharapkan, jejak yang telah ditorehkan selama 20 tahun ini terus meluas dan memberikan manfaat bagi perkembangan ekonomi kreatif di Yogyakarta.

Hal senada diungkapkan Ketua Indonesian Fashion Chamber Nasional, Lenny Agustin. Ia mengungkapkan, sebagai fashion desainer Philip Iswardono sangat konsisten untuk mengangkat wastra-wastra Indonesia menjadi produk yang keren dan digemari dikalangan anak muda, sehingga semakin membanggakan DIY dan Indonesia.

"Semoga ini menjadi inspirasi juga bagi generasi muda untuk melirik kain-kain Indonesia dan tidak malu memakai produk-produk tradisional Indonesia ke dalam gaya kekinian dan semoga bisa dari sana remaja lainnya bisa menginspirasi dari apa yang mas Philip lakukan," ujarnya, mengungkapkan.

Penyelenggaraan acara dibagi menjadi dua hari dengan target audiens yang berbeda, pada hari Sabtu, 2 Mei 2026 merupakan acara khusus bagi tamu undangan. Sedangkan pada hari Minggu, 3Mei 2026 terbuka untuk umum, dengan fokus utama pada siswa SMK dan mahasiswa tata busana.

Langkah membuka pintu bagi pelajar ini merupakan bagian dari upaya edukasi dan regenerasi dalam dunia mode berbasis wastra. Melalui pergelaran ini, Phillip berharap dapat memperkuat posisi wastra sebagai bagian integral dari identitas Indonesia yang tetap relevan di era modern.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....