Tampil di World Puppetry Day, Dalang Muda Asal Tangerang Hidupkan Kisah Diponegoro
- 30 Apr 2026 14:51 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Pagelaran wayang kulit yang berlangsung di Ndalem Yudhanegaran Yogyakarta beberapa waktu lalu menghadirkan lakon Wayang Diponegoro yang sarat nilai sejarah perjuangan. Dalang muda, Dimas Bryan Triantoro, membawakan kisah perlawanan Keraton Yogyakarta terhadap intervensi kolonial Inggris.
Pagelaran wayang kulit ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan World Puppetry Day atau Hari Wayang Dunia ke-23. Kegiatan yang dipusatkan di Yogyakarta ini diselenggarakan oleh UNIMA Indonesia dengan dukungan dari Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia.
Dalam pementasannya, Dimas, dalang muda kelahiran Tangerang, mengangkat cerita perjuangan Hamengkubuwono II yang menolak campur tangan Inggris di bawah kepemimpinan Thomas Stamford Raffles. Konflik bermula dari kebijakan kolonial yang dinilai merugikan rakyat hingga memicu serangan terhadap Keraton Yogyakarta.
Tokoh Kanjeng Raden Tumenggung Sumodiningrat atau Singo Barong Ngayogyakarta turut menjadi sorotan dalam lakon tersebut sebagai pemimpin pasukan keraton. Pertempuran sengit hingga strategi militer Inggris dalam menembus benteng pertahanan juga menjadi bagian penting dari alur cerita.
Dimas menyampaikan bahwa lakon ini tidak hanya menghibur, tetapi juga menjadi media edukasi sejarah. Menurutnya, dalang memiliki tanggung jawab untuk memahami dan menyampaikan nilai-nilai historis kepada penonton.
"Ya, kita harus mempelajari sejarahnya juga walaupun masih terbatas," ujar Dimas saat ditemui usai pementasan, Sabtu, 25 April 2026.
Dimas sendiri kini tengah menempuh pendidikan di Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta jurusan Pedalangan. Pria berusia 23 tahun itu mengaku mulai tertarik pada dunia wayang sejak duduk di bangku sekolah dasar.
"Saya dulu melihat sosok dalang saat masih SD, seingat saya dulu diajak nonton wayang sama bapak, waktu itu yang mendalang Ki Sukoco Gondo Carito. Beliau menjadi sosok yang menginspirasi saya dalam dunia pedalangan ini," katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....