Riyatminingsih, Seniwati Segudang Prestasi yang Tetap Membumi

  • 30 Apr 2026 18:46 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Profesi apapun kalau dilakukan dengan total, tidak setengah hati pasti akan memberikan hasil yang memuaskan. Begitu pula yang terjadi pada Riyatminingsih, perempuan berusia 54 tahun yang beralamatkan di Dusun Wadas RT 07/RW 03, Tridadi, Sleman. Sesuatu yang pada awalnya hanya sebatas hobi, akan tetapi pada akhirnya menjadi jalan mata pencaharian Riyatminingsih.

“Mulai akhir tahun 1989, awalnya saya cuma menonton latihan kethoprak di Kampung saya, kemudian kok ada rasa tertarik dan akhirnya memberanikan diri untuk ikut. Ternyata mendapat respon baik dari para senior dan juga masyarakat di wilayah tempat tinggal saya. akhirnya berkesenian saya tekuni dan saya jadikan sebagai profesi,” ucap wanita dua anak ini.

Berkat ketekunannya, akhirnya mendapat pengakuan baik dari masyarakat juga dari pemerintah yang berupa penghargaan kejuaraan dalam ajang Festival kethoprak baik tingkat kabupaten maupun provinsi.

Di antaranya, pemain terbaik Festival Kethoprak Sleman tahun 2005, pemain putri terbaik Festival Kethoprak DIY tahun 2005, 2007 dan 2009. Pemenang juara 1 Lomba Gandrung Kethoprak tahun 2011 dan sejumlah prestasi lainnya.

“Penghargaan dalam kejuaraan itu kan bukan tujuan, tapi sebagai penambah semangat untuk tetap terus berkarya. Kuncinya adalah tidak sombong, tetap rendah hati dan banyak bergaul,” ujarnya.

“Karena dari mereka kita akan mendapatkan ilmu. Dan yang lebih penting adalah ikut berperan dalam melestarikan dan mengembangkan seni tradisi warisan leluhur yang sarat akan nilai nilai luhur ini. Kita juga legawa untuk memberikan ilmu dan pengalaman kepada generasi muda penerus,” kata dia.

Ucapan yang dilontarkan Riyatminingsih itu bukan hanya sebagai slogan. Namun dibuktikannya dengan bergabung bersama Keluarga Kesenian Jawa RRI Yogyakarta dan keikut sertaannya dalam pembinaan generasi muda Kethoprak khususnya di Sleman dengan aktif di Komunitas Kethoprak Sleman (KKS).

“Semoga apa yang kami punya dan bisa ini bisa bermanfaat buat insan kethoprak muda, sambil terus berkarya selama masyarakat masih mau menerima. Walaupun memang semua ada pasang surutnya tapi harus kita jalani dengan rasa syukur,” ujar Riyatminingsih menutup perbincangan pada suatu sore.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....