Rayakan Keberagaman, UGM Residence Gelar Cultural Festival 15
- 25 Apr 2026 15:27 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - UGM Residence kembali menyelenggarakan Cultural Festival (Culfest) ke-15 sebagai wadah apresiasi budaya bagi mahasiswa dan masyarakat luas. Kegiatan bertajuk “Kulukilir Berbudayo, Eksplorasi Cindonyo Nusantara” ini akan berlangsung di Gedung Grha Sabha Pramana Lantai 2, Yogyakarta, pada 1-2 Mei 2026.
Tema yang diambil dari bahasa daerah Palembang tersebut merefleksikan semangat kebersamaan dalam menjelajahi kekayaan budaya Indonesia. Acara ini dirancang sebagai ruang inklusif untuk menyalurkan bakat sekaligus memperkuat relasi lintas budaya di tengah dinamika globalisasi.
Culfest 15 tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga berfungsi sebagai sarana edukasi bagi generasi muda. Berbagai rangkaian acara interaktif telah disiapkan, mulai dari pameran kebudayaan hingga diskusi mendalam mengenai isu budaya kontemporer.
Salah satu agenda utama adalah Bincang Budaya yang menghadirkan sastrawan sekaligus sosiolog Indonesia, Okky Madasari. Selain itu, pengunjung dapat menyaksikan Pagelaran Apresiasi Budaya yang dibawakan oleh organisasi mahasiswa daerah, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), dan Badan Semi Otonom (BSO).
“Culfest 15 hadir sebagai sarana edukasi dan pelestarian budaya melalui rangkaian acara yang inspiratif,” tulis penyelenggara dalam keterangan resminya.
Festival ini juga akan menyelenggarakan Ekspo Organisasi Mahasiswa Daerah dan UGM Residence sebagai sarana promosi keragaman provinsi. Puncak acara akan ditandai dengan pemilihan Duta Budaya UGM yang diikuti oleh perwakilan dari berbagai provinsi di Indonesia.
Pihak penyelenggara menekankan bahwa acara ini terbuka untuk umum tanpa dipungut biaya atau gratis. Masyarakat dapat mengunjungi lokasi festival mulai pukul 14.00-22.00 WIB untuk merasakan pengalaman eksplorasi budaya Nusantara secara langsung. Untuk informasi lebih lanjut bisa mengunjungi akun Instagram resmi @culfest_ugmr.
Sebagai salah satu agenda budaya tahunan, Culfest 15 diharapkan mampu menjadi jembatan yang menghubungkan keberagaman budaya Nusantara dalam satu ruang yang harmonis, sekaligus memperkuat identitas budaya di tengah arus modernisasi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....