Kunci Sukses Berdagang ala Pak Ompong: Jujur, Tekun, dan Banyak Relasi

  • 21 Apr 2026 09:54 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Dalam kehidupan masyarakat Jawa dikenal pepatah Sugih sedulur, sugih rejeki, yang berarti semakin banyak saudara dan relasi, semakin luas pula pintu rezeki. Filosofi inilah yang dipegang teguh oleh Muji Hartono, atau yang akrab disapa Pak Ompong, seorang pedagang barang antik dan barang bekas kelahiran tahun 1968.

Awal Mula Menjadi Pedagang Barang Bekas

Perjalanan Pak Ompong dimulai sejak tahun 1985. Awalnya, ia bekerja sebagai loper koran. Dari pekerjaan sederhana itu, ia justru menemukan peluang yang mengubah hidupnya.

“Waktu itu ada pelanggan koran yang tertarik dengan jam tangan yang saya pakai, lalu terjadilah transaksi. Dari situlah muncul keinginan untuk serius menekuni jual beli barang bekas,” ucapnya.

Meski mulai berdagang, ia tetap menjalankan profesinya sebagai pengantar koran. Baginya, pekerjaan tersebut juga menjadi sarana membangun relasi—ibarat “sambil menyelam minum air.”

Kunci Sukses: Relasi, Kejujuran, dan Ketekunan

Di kalangan sesama pedagang, nama Pak Ompong cukup dikenal. Penampilannya sederhana, namun kepribadiannya hangat, penuh canda, dan mudah bergaul membuatnya disukai banyak orang.

Ia memegang prinsip sederhana:

“Kalau banyak teman dan saudara, InsyaAllah rezeki juga akan mengikuti.”

Pembelinya datang dari berbagai kalangan, mulai dari dosen, seniman, hingga pegawai negeri. Bahkan, tidak sedikit yang datang hanya untuk berbincang santai.

“Semua tetap kami layani dengan baik, karena pasti ada manfaatnya,” ujarnya.

Dalam berdagang, Pak Ompong menekankan pentingnya:

  • Kejujuran
  • Ketekunan
  • Tidak serakah dalam mengambil keuntungan

Ia mengakui bahwa dalam bisnis, untung dan rugi adalah hal biasa.
“Terkadang untung besar, tapi kadang juga harus nombok agar barang cepat terjual. Yang penting jangan pernah mengeluh dan tetap semangat,” ujarnya.

Filosofi Hidup dan Nilai Kehidupan

Sebagai suami dari Rubingah dan ayah dari empat putra, Pak Ompong selalu menanamkan nilai bahwa setiap profesi itu mulia, selama tidak merugikan orang lain dan tidak melanggar aturan agama maupun negara.

Ia juga aktif di lingkungan masyarakat Dusun Wadas, Tridadi, Sleman, Yogyakarta. Bahkan, ia pernah dipercaya menjadi ketua RT—bukti bahwa ia bukan hanya pedagang, tetapi juga sosok yang peduli terhadap lingkungan sosial.

“Manusia tidak bisa hidup sendiri. Kita harus bisa berbaur dengan lingkungan,” katanya.

Mensyukuri Rezeki dan Menjaga Persaudaraan

Bagi Pak Ompong, rezeki dalam bentuk apa pun harus selalu disyukuri. Ia mengingatkan bahwa rasa tidak pernah puas justru bisa menjerumuskan seseorang pada cara-cara yang tidak baik dalam mencari penghasilan.

“Kalau selalu merasa kurang, orang bisa mencari rezeki dengan cara yang tidak wajar,” ucapnya.

Ia pun menutup dengan pesan sederhana namun bermakna:

Jaga persaudaraan, perbanyak sedulur, tekun, dan jujur.”

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....