Dedikasi 25 Tahun Ratih Herningtias di UMY
- 21 Apr 2026 06:32 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Bantu - Perjalanan panjang selama 25 tahun di dunia akademik menjadi bukti nyata dedikasi dan komitmen Ratih Herningtias di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). Sejak bergabung pada 2001, ia tidak hanya berkembang sebagai pengajar, tetapi juga sebagai individu yang terus ditempa oleh tantangan dan tuntutan peningkatan kualitas diri.
Mengawali karier sebagai dosen di bidang Hubungan Internasional, Ratih menjalani berbagai tahapan pengembangan akademik yang berkelanjutan. Dari lulusan S1, ia didorong untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang S2 hingga S3 sebagai bagian dari komitmen institusi dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. “Di sini kita tidak bisa berhenti di satu titik. Selalu ada tantangan untuk berkembang,” ujarnya.
Menurut Ratih, pengalaman selama berkarier di kampus bukan dipenuhi duka, melainkan serangkaian tantangan yang justru mendorong pertumbuhan. Ia menilai berbagai program peningkatan kompetensi yang dihadirkan universitas menjadi faktor penting dalam membentuk kualitas dosen secara menyeluruh.
Program tersebut mencakup penguatan kemampuan bahasa Inggris hingga pembinaan keislaman seperti tahsin Alquran. Kegiatan ini tidak hanya bersifat formal, tetapi juga terstruktur dengan pengelompokan berdasarkan kemampuan serta pelatihan berkelanjutan untuk memastikan peningkatan kualitas individu secara konsisten.
Selain aspek akademik, Ratih juga merasakan dukungan nyata dari institusi dalam perjalanan kariernya. Ia mengungkapkan bahwa pendidikan S2 yang ditempuhnya difasilitasi oleh UMY sebagai bagian dari investasi jangka panjang terhadap kualitas dosen. “Fasilitas ini menjadi bukti bahwa kampus serius membangun kapasitas tenaga pengajarnya,” katanya.
Selama lebih dari dua dekade, lingkungan kerja di kampus dinilainya mampu mendorong setiap individu untuk terus beradaptasi dengan perkembangan zaman. Hal ini mencakup tuntutan reputasi akademik, peningkatan peringkat institusi, hingga kontribusi nyata dalam pengembangan keilmuan. “Bukan soal beban, tapi bagaimana kita terus bertumbuh bersama institusi,” ucapnya.
Perjalanan Ratih Herningtias menjadi gambaran bagaimana personal branding seorang akademisi dibangun melalui konsistensi dan komitmen belajar. Di tengah dinamika dunia pendidikan yang terus berubah, kisah ini menegaskan bahwa keberhasilan tidak lahir dari zona nyaman, melainkan dari keberanian untuk terus berkembang dan menghadapi tantangan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....