Menyuluh Wastra Menoreh Jejak, Eksplorasi 7 Provinsi di 2 Dekade Phillip Iswardono
- 17 Apr 2026 08:45 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Menandai 2 dekade (20 tahun) perjalanan Phillip Iswardono, dalam kiprahnya di dunia mode, akan digelar Pegelaran Tunggal. Bertajuk “Menyuluh Wastra Menoreh Jejak”, perjalanan panjang desainer Indonesia yang berfokus pada Wastra Nusantara ini akan berlangsung pada 2-3 Mei 2026, di Taman Budaya Yogyakarta.
Mengawali rangkaian spektakuler show tunggal yang digelar pertama kali dalam dua hari ini, Phillip Iswardono sebagai Desainer sekaligus Founder jenama Phillip, menyelenggarakan Media Viewing & Press Conference di Mesastila Resort & Spa.
Berlatar bangunan bersejarah di era Hindia Belanda dan indahnya pemandangan perbukitan, dalam momen tersebut Phillip menampilkan 20 look dan dihadiri di antaranya Ketua Dekranasda yang juga istri Bupati Kabupaten Magelang Dian Ekawati Grengseng Pamuji bersama Plt Dinas Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Magelang Zumrotun N. Rini.
Penasihat Event, Afif Syakur dalam sambutannya menyampaikan, perjalanan panjang Phillip Iswardono yang akan digelar selama dua hari bertajuk Menyuluh Wastra Menoreh Jejak tidak hanya gambaran yang dilakukan seorang desainer dalam meneliti dan menelisik wastra yang ada di Indonesia. Tetapi lebih dari itu, bagaimana upaya sebagai seorang seniman, sekaligus sebagai seorang desainer menjadikan suatu produk-produk UKM yang lebih maju dan menjadi lebih kekinian.
"Kita akan menikmati seni instalasi dan pertunjukan fashion show yang akan dilakukan dua hari berturut-turut, ini jarang dilakukan," katanya, Kamis, 16 April 2026.
Afif mengungkapkan, pergelaran ini tidak hanya menjadi sebuah perayaan, tetapi juga menjadi ruang edukasi tentang pemahaman wastra Indonesia, fashion, dan tentang pemahaman mengolah busana yang bercirikan khas Indonesia.
"Ini menjadi suatu perjalanan yang indah yang ini adalah untuk bangsa kita semuanya," ucapnya.
Sementara, Philip Iswardono menyampaikan, show tunggal merupakan suatu legacy bagi dirinya sebagai seorang desainer. Sehingga semangat yang ditularkan terutama bagi generasi muda yang menggeluti bidang fashion ini ia selalu mengajak untuk menggelar show tunggal meski dengan skala kecil.
"Selama dua hari berturut-turut nanti akan ada pameran instalasi Art Fashion. Saya sendiri akan mengeksplorasi tujuh provinsi yang ada di Indonesia yaitu Badui, Jawa, Palembang, NTT, NTB, Bali, dan Makassar," ujarnya.
Melalui eksplorasi wastra Indonesia dari tujuh provinsi ini, Philip akan menampilkan 74 karya yang diperagakan oleh 74 model.

Project Manager Pergelaran, Nyudi Dwijo mengungkapkan, Phillip Iswardono pernah menggelar show tunggal 5 tahun silam, hanya saja pada 20 tahun berkarya ini akan ada Art Fashion Instalation. Sehingga tidak hanya fashion show, tetapi pengunjung dan undangan bisa menikmati pameran instalasi fashion dengan kurator Hanafi K. Sidharta.
"selain fashion show, kita ada pameran dan yang unik bahwa di tanggal 2 hanya khusus untuk undangan, khusus dari tamu-tamunya Pak Philip. Kemudian di tanggal 3 nanti akan kita buka untuk umum dan juga sekolah-sekolah dan juga mahasiswa dari kampus Tata Busana yang ada di Yogyakarta dan sekitarnya," katanya, mengungkapkan.
Nyudi menyebutkan, total dalam Menyuluh Wastra Menoreh Jejak satu dekade Phillip Iswardono berkarya ini mengundang 25 SMK yang ada di Daerah Istimewa Yogyakarta dan 4 SMK yang ada di Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, dan 1 SMK dari Pacitan, Jawa Timur. Selain itu, juga ada mahasiswa dari beberapa kampus tata busana yang ada di Yogyakarta.
"Jadi terbuka untuk umum. Misinya mas Philip adalah sebagai edukasi juga, sesuai yang disarankan oleh Pak Afif bahwa dengan art fashion instalasinya sangat sayang apabila hanya dilaksanakan satu hari, jadi nanti kita laksanakan dua hari karena di sana kita semuanya dapat belajar bagaimana Mas Philip ini mengolah tenun-tenun atau wastra Indonesia itu dari hulu ke hilir," ucapnya, menjelaskan.
Melalui gebrakan show tunggal yang digelar selama dua hari 2 dan 3 Mei 2026 merayakan satu dekade Phillip Iswardono berkarya ini diharapkan menjadi inspirasi dan edukasi bagi perkembangan busana khususnya wastra Indonesia.
Wastra bagi seorang Phillip Iswardono bukan hanya sekadar kain, tetapi ruang ingatan dan identitas. Setiap karya adalah bagian dari perjalanan, penuh pencarian, kegelisahan, sekaligus kesetiaan pada nilai
Pergelaran tunggal “Menyuluh Wastra Menoreh Jejak” diharapkan menjadi momentum penting dalam merayakan perjalanan kreatif sekaligus membuka ruang dialog antara tradisi dan inovasi dalam dunia mode Indonesia. Sekaligus semakin menumbuhkembangkan ekonomi kreatif khususnya UMKM dan pengrajin tenun di Indonesia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....