Candi Candra Geni Sri Sedana, Ikon Peradaban Baru di Lereng Merapi.
- 14 Apr 2026 16:17 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Di tengah rimbunnya vegetasi lereng Gunung Merapi, sebuah narasi besar tentang kebangkitan peradaban Nusantara sedang dipahat. Bukan sekadar bangunan batu, berdiri megah Candi Candra Geni Sri Sedana di Dusun Kemiri, Kalurahan Purwobinangun, Pakem, Sleman, yang tampak candi sedang dibangun dan kini menjadi simbol baru perpaduan harmonis antara nilai spiritual, seni, dan sejarah masa lalu yang dihidupkan kembali.
Kehadiran candi ini bukan tanpa alasan. Lokasinya yang berada di sisi barat Sungai Boyong memberikan suasana sakral yang kental, di mana bangunan setinggi 17 meter tersebut berdiri tegak seolah menyapa puncak Merapi. Proyek yang telah dirintis sejak dua tahun lalu ini merupakan bentuk dedikasi para seniman dan budayawan untuk mengembalikan hak dasar bangsa dalam mengakses akar budayanya sendiri.
Arsitek Candi Candra Geni Sri Sedana, Aziz Setyawan, dalam keterangannya kepada RRI menjelaskan bahwa struktur bangunan ini merupakan rumusan spiritual yang matang. Secara arsitektural, candi ini mengadopsi langgam era Mataram Medang, sebuah periode emas dalam sejarah Nusantara.
"Bentuknya merujuk pada awal-awal era Mataram hingga Medang Kamulan. Kami menerjemahkan visi para budayawan ke dalam bentuk fisik segi delapan yang memiliki kerumitan struktur tersendiri. Salah satu tantangan teknisnya adalah sistem pembesian yang cukup kompleks, di mana kami menggunakan besi ukuran 16 sebagai penguat utama agar bangunan ini tetap kokoh melampaui zaman," Kata Aziz
Keunikan lain yang mencolok adalah keberadaan kolam air berukuran 11x11 meter yang mengelilingi kaki candi. Air di sini tidak hanya berfungsi sebagai elemen estetika, tetapi juga simbol penyucian dan keseimbangan alam yang menjadi ciri khas bangunan suci di masa lampau.
Salah satu kekuatan utama dari pembangunan Candi Candra Geni Sri Sedana adalah keterlibatan aktif masyarakat lokal. Proses konstruksi dilakukan secara gotong royong, mulai dari pengolahan material hingga tahap pelapisan dinding. Material yang digunakan pun sepenuhnya berasal dari kekayaan alam lokal, yakni batu andesit dan pasir yang dimuntahkan langsung oleh Gunung Merapi.
Fasilitator pembangunan, Sumiyana, menekankan bahwa candi ini membawa misi perdamaian dan penyatuan energi spiritual Nusantara. "Candi ini memiliki energi yang selaras antara Hindu Siwa dan Siwa Buddha. Ini adalah ruang untuk menyatukan perbedaan dalam satu tarikan napas peradaban yang inklusif," ujarnya
Saat ini, meski struktur utama sudah mencapai 100 persen, tim teknis masih terus bekerja menyelesaikan tahap finishing berupa pemasangan batu andesit sebagai pelapis luar yang akan mempertegas kegagahan bangunan.
Inisiatif swadaya dari komunitas seniman ini mendapat sambutan hangat dari Pemerintah Kabupaten Sleman. Bupati Sleman, Harda Kiswaya, yang melakukan kunjungan langsung ke lokasi, menyatakan kekagumannya atas ketekunan tim dalam mewujudkan bangunan yang sarat filosofi ini.
"Pemerintah Kabupaten Sleman sangat mengapresiasi dan mendukung penuh. Keberadaan candi ini tidak hanya memperkaya khazanah budaya kita, tetapi juga menjadi magnet wisata religi dan edukasi yang baru. Apa yang diimpikan oleh teman-teman seniman ini akan mengangkat nama wilayah Purwobinangun dan Sleman secara umum ke kancah yang lebih luas," Kata Harda.
Rencana jangka panjang pengembangan kawasan ini tergolong ambisius namun terukur. Di atas lahan seluas 1,6 hektar, Candi Candra Geni Sri Sedana nantinya tidak akan berdiri sendiri. Akan dibangun dua candi perwara (pendamping) serta sebuah kampung seniman yang didesain untuk menjadi pusat kreativitas bagi para kreator lokal maupun nasional.
Kawasan ini nantinya akan bersinergi dengan lanskap agraris di sekitarnya, mulai dari perkebunan anggur Brazil hingga tanaman jagung milik warga. Dengan semangat "nguwongke" alam dan budaya, Candi Candra Geni Sri Sedana diharapkan menjadi ruang aman bagi setiap orang untuk bertumbuh, merenung, dan mengenal kembali jati diri Nusantara di tengah gempuran modernitas.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....