Ramaikan World Puppetry Day, Ki Gunarto Pentaskan Wayang Kulit di Kanada

  • 11 Apr 2026 18:54 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Dalang Indonesia Ki Gunarto Gunotalijendro kembali membawa wayang kulit ke panggung internasional dalam rangka peringatan World Puppetry Day. Pergelaran digelar di Kanada pada 3–12 April 2026 dengan mengusung lakon Pandawa Uniting Nations.

Pertunjukan berlangsung di dua kampus ternama, yakni The School for the Contemporary Arts, Simon Fraser University pada 3–7 April, serta University of Victoria pada 8–12 April. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkenalkan budaya wayang kulit Indonesia kepada masyarakat internasional.

Dalam pergelaran tersebut, Ki Gunarto tampil bersama kelompok gamelan Gamelan Sari Laras yang turut menghadirkan nuansa autentik pertunjukan wayang kulit. Kolaborasi ini juga didukung oleh SFU Gamelan Ensemble yang kembali diaktifkan di lingkungan kampus.

Lakon Pandawa Uniting Nations dipilih sebagai simbol persatuan dan nilai universal yang dapat diterima lintas budaya. Melalui cerita tersebut, pesan tentang kebersamaan dan harmoni disampaikan kepada penonton dari berbagai latar belakang.

Ki Gunarto Gunotalijendro berfoto bersama kolaborator usai pergelaran wayang kulit di Kanada, menandai antusiasme dan apresiasi terhadap seni tradisi Indonesia di panggung internasional. (Foto: Dok. Pribadi Ki Gunarto Gunotalijendro)

Wayang kulit sendiri merupakan tradisi seni pertunjukan khas Indonesia, khususnya berkembang di Pulau Jawa dan Bali. Dalam pertunjukan, dalang memainkan tokoh-tokoh wayang dengan menggabungkan unsur bayangan dan imajinasi untuk menyampaikan cerita, nilai moral, serta filosofi kehidupan.

Selama ini, Ki Gunarto dikenal aktif mempromosikan wayang kulit ke kancah internasional. Berbagai penampilan di luar negeri menjadi bagian dari upaya pelestarian sekaligus pengenalan budaya Indonesia kepada dunia.

Melalui pertunjukan ini, diharapkan seni wayang kulit tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga menjadi jembatan budaya yang mempererat pemahaman antarbangsa melalui seni dan musik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....