Bolo Space, Beri Ruang Perupa Muda Bagikan Proses Kreatif ke Publik

  • 08 Apr 2026 11:35 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Banyak seniman-seniman besar lahir dari Yogyakarta. Dari tahun ke tahun Jogja selalu melahirkan seniman-seniman muda yang fresh, hal ini karena dari hulu ke hilir bibit-bibit seniman diberikan ruang untuk ber eksplorasi.

Bolo Space salah satu yang memberikan ruang dan kesempatan bagi perupa muda, melalui open studio project. Bolo Space hadir untuk memberikan ruang dan kesempatan bagi para perupa muda yang masih ingin belajar untuk membagikan proses kreatifnya kepada publik.

Ruang-ruang di Bolo Space yang begitu dinamis, lengkap dengan coffee shop, ditata dengan sentuhan tangan-tangan kreatif membuat siapapun yang berkunjung merasa betah seperti pulang ke rumah. Dalam rentan waktu hampir satu tahun, berbagai aktivitas seni bergeliat di ruang ini.

Tidak ketinggalan pula pameran yang silih berganti di Bolo Space. Sebagai bentuk ekspresi, ruang ini seolah menjadi etalase keberanian seseorang untuk menampilkan karya-karyanya, bahkan untuk pertama kalinya.

Teuku Shabir, salah seorang seniman muda asal Aceh ikut ambil bagian dalam pameran Tunggal yang bertajuk “Bungong Lawang Ngon Keluarga “ di Bolo Space yang beralamat di jalan Krasak Barat Kotabaru Gondokusuman Yogyakarta. Pameran ini berlangsung dari tanggal 3 -16 April 2026 dengan kurator Anang Saptoto.

Lukisannya menggambarkan perjalanan hidup orang tua si perupa sebagai pengusaha cengkeh di pulau Simeulu Aceh. “Seperti dua lukisan ini, sebelah kiri bergambar perahu kosong, dan disebelah kanan perahu yang sudah penuh dengan cengkeh atau bungong lawang dalam Bahasa Aceh, begitulah perjalanan hidup orang tua saya dulu, selalu datang dengan harapan dan pulang dengan kebahagiaan,” ujarnya.

Teuku Sabir, perupa muda asal Aceh bersama dua lukisan karyanya yang bertema "pergi membawa harapan, pulang membawa kebahagiaan" (Foto: RRI/Yulia)

Riza Rozaliani, pengelola Bolo Space menambahkan, Bolo Space menghadirkan ruang kerja seorang perupa secara apa adanya, ide yang sedang tumbuh, eksperimen yang belum selesai, coretan, sketsa, maupun dialog yang muncul sepanjang proses berkarya.

“Di sini tidak hanya menampilkan karya para seniman muda, tapi juga ada diskusi, pemutaran film dan dialog proses karya ini tercipta. Ke depan, kami juga ingin melibatkan masyarakat disekitar Jalan Krasak, karena daerah ini juga banyak historinya dan menjadi lokasi wisata religi," ucap dia.

Melalui program ini, Bolo Space, menghadirkan kesempatan bagi publik untuk menyimak proses kreatif seorang perupa muda secara langsung, sebagai sebuah proses yang cair, intim, dan terus bergerak.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....