Mangayubagya HUT ke-80 Sultan, Kontingen Kulon Progo Kompak Bawakan Pisungsung
- 02 Apr 2026 17:59 WIB
- Yogyakarta
Mengenakan busana tradisional Jawa gagrak Yogyakarta, tiap kalurahan/kelurahan dari Kulon Progo berjalan beriringan membawa pisungsung (glondong pangarem-arem). Pisungsung ini bukan sekadar hantaran, melainkan simbol bakti dan cinta masyarakat Kulon Progo kepada rajanya.
Berbagai potensi unggulan daerah, mulai dari hasil bumi yang melimpah hingga produk kuliner khas kalurahan, ditata rapi dalam gunungan dan tandu untuk dipersembahkan kepada Ngarsa Dalem.
Ketua Paguyuban Lurah dan Pamong Kalurahan Kabupaten Kulon Progo Bodronoyo, Danang Subiantoro, mengatakan bahwa ia dan rekan-rekan lurah sangat serius dalam mempersiapkan acara ini. Pakaian yang dikenakan harus sesuai pakem gagrak Yogyakarta dan anjuran dari Keraton Yogyakarta.
Ambar beri apresiasi
Baju peranakan biru dan kain wiru engkol untuk laki-kain dan kebaya hitam, kain serta wajib bersanggul untuk perempuan.
"Memang pakaian yang dipakai harus sesuai pakem, karena hari ini adalah hari istimewa dimana rakyat bisa menunjukkan cinta dam baktinya kepada rajanya," ujar Danang.
Wakil Bupati Kulon Progo, Ambar Purwoko, yang hadir mendampingi kontingen menyampaikan apresiasi yang mendalam atas partisipasi aktif para Pamong Kalurahan dan masyarakat. Ia menilai ini merupakan wujud peran serta masyarakat di daerah istimewa.
"Saya berikan apresiasi yang setinggi-tingginya. Hari ini kita kompak bareng-bareng merayakan ulang tahun Ngarsa Dalem yang ke 80," ujar Ambar.
Setelah memberikan hormat kepada Ngarsa Dalem, kirab ditutup dengan penyerahan pisungsung di area Keraton Yogyakarta. Ini menandai puncak penghormatan masyarakat kepada raja sekaligus gubernur DIY yang kini genap berusia delapan dekade.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....