Mas Badawi, Buktikan Blangkon Tetap Eksis bagi Generasi Muda
- 31 Mar 2026 15:36 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Bantul – Di tengah gempuran modernisasi, kerajinan blangkon rupanya masih menunjukkan taringnya. Hal ini dirasakan langsung oleh Mas Badawi, seorang pengrajin blangkon yang telah menekuni bidang ini sejak tahun 2010. Alih-alih meredup, permintaan akan penutup kepala tradisional Jawa ini justru mengalami peningkatan signifikan dalam beberapa tahun terakhir.
Dalam sebuah wawancara santai, Mas Badawi mengungkapkan bahwa pembuatan satu buah blangkon memerlukan waktu rata-rata 3 hingga 4 jam. "Tergantung kesulitannya, Mas. Karena setiap kain itu karakteristiknya beda-beda, ada yang pori-porinya rapat, ada yang renggang," ujarnya. Ia juga menekankan bahwa penggunaan kain berkualitas tinggi akan menghasilkan blangkon yang lebih rapi dan proses pembuatannya pun lebih mudah.
Proses pembuatan blangkon di bengkel Badawi masih mempertahankan cara-cara tradisional yang teliti. Setelah kain dijahit dan dibentuk, terdapat proses penting yaitu pencucian dan "dipukuli" menggunakan kayu. Proses ini berfungsi sebagai pengganti setrika untuk memastikan lipatan atau wiron pada blangkon menjadi paten dan rapi. Setelah itu, blangkon dijemur dengan cara diangin-anginkan untuk menjaga keawetan warna kain, terutama untuk jenis batik tulis.
Meningkatnya minat masyarakat terhadap blangkon dipicu oleh berbagai faktor. Salah satunya adalah kebijakan sekolah di Yogyakarta yang mewajibkan siswa mengenakan pakaian adat pada hari Kamis Pon. Selain itu, berbagai organisasi kemasyarakatan (ormas) dan kelompok olahraga seperti pencak silat kini mulai melirik blangkon sebagai bagian dari seragam mereka.
Pelanggan Mas Badawi sendiri sangat beragam, mulai dari para seniman, pembawa acara pernikahan (MC), hingga para Abdi Dalem Keraton. "Harapannya tradisi Jawa ini jangan sampai hilang. Apalagi sampai sekarang belum ada alat atau mesin yang bisa membuat blangkon secara otomatis, semuanya masih murni buatan tangan (manual)," ujar Mas Badawi.
Saat ini, Mas Badawi dibantu oleh dua orang pekerja dan mampu memproduksi sekitar 8 hingga 10 blangkon setiap harinya. Bagi masyarakat yang tertarik untuk memesan atau melihat langsung proses pembuatannya, bengkel "Badawi Blangkon" dapat ditemukan melalui aplikasi Google Maps atau menghubungi langsung melalui kontak yang tersedia. (Gilang)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....