Omah Moco: Menyalakan Pelita Literasi dari Pesisir Selatan Yogyakarta
- 04 Mar 2026 09:06 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Jarak geografis bukan lagi penghalang bagi warga pesisir selatan Yogyakarta untuk mereguk ilmu. Di tengah keterbatasan akses terhadap perpustakaan daerah yang berpusat di kota, Komunitas Omah Moco hadir sebagai oase literasi yang menghidupkan budaya baca di wilayah Bantul Selatan, khususnya Kecamatan Srandakan.
Berdiri sejak tahun 2017, Omah Moco lahir dari tangan dingin Arif Wibowo dan Ikhsan Nurdin. Keduanya menangkap kegelisahan masyarakat pesisir yang sulit menjangkau Perpustakaan Daerah Kabupaten Bantul karena kendala jarak.
Kini, di bawah kepemimpinan Ikhsan Nurdin, Taman Bacaan Masyarakat (TBM) ini bertransformasi menjadi ruang belajar alternatif yang inklusif, sederhana, dan terbuka bagi siapa saja.
Salah satu gebrakan unik dari Omah Moco adalah Layanan TBM 24 Jam. Tak banyak perpustakaan yang berani membuka pintu sepanjang waktu, namun Omah Moco memberikannya secara gratis.
- Fasilitas: Selain koleksi buku, tersedia ruang kerja (coworking space) dan akses Wi-Fi bagi pelajar maupun mahasiswa.
- Rolling Buku: Melalui program "Pojok Baca Omah Moco", komunitas ini aktif mengirimkan koleksi buku ke sekolah-sekolah di Srandakan secara berkala agar pilihan bacaan siswa selalu segar.
Omah Moco membuktikan bahwa literasi tidak melulu soal duduk diam menghadap buku. Melalui berbagai program kreatif, mereka membangun ekosistem sosial yang dinamis:
- Piknik Literasi: Mengajak masyarakat membaca di ruang terbuka untuk suasana yang lebih cair.
- Digitalisasi Pengetahuan: Rutin menggelar webinar dan diskusi daring bagi pegiat TBM dan pengelola perpustakaan sekolah.
- Pemberdayaan Ekonomi: Melalui Galeri Omah Moco, komunitas ini memfasilitasi publikasi karya seni, lukisan, hingga produk UMKM warga setempat.
"Kami ingin Omah Moco tidak hanya menjadi tempat membaca, tapi juga ruang bertemu, berdiskusi, dan berkarya bagi masyarakat," ujar Ikhsan Nurdin, Ketua Omah Moco kepada RRI Minggu, 1 Maret 2026.
Dengan semangat gotong royong, Omah Moco bercita-cita menjadi pusat kegiatan literasi dan seni yang mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Bantul Selatan. Literasi diyakini menjadi kunci pembuka kesejahteraan, dimulai dari sebuah rumah baca di pinggiran selatan Jogja.
Keberadaan Omah Moco adalah pengingat bahwa di mana ada kemauan untuk membaca, di situ ada jalan menuju kemajuan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....