Sanggar Nur Cahyo Konsisten Lestarikan Seni Budaya di Godean

  • 28 Feb 2026 13:28 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Sleman - Sanggar Seni Pedalangan Nur Cahyo terus bertahan dan menjadi salah satu ruang pelestarian budaya yang bertempat di Kabupaten Sleman Yogyakarta. Sanggar ini berdiri sejak tahun 2007 atas inisiatif Mbah Sudarsono bersama kerabat dan tetangga sekitar.

Berawal dari perkumpulan sederhana, para anggota memiliki tekad kuat belajar mendalang sekaligus menjaga warisan budaya leluhur. Semangat kebersamaan itu menjadi pondasi kokoh berkembangnya Sanggar Seni Pedalangan Nur Cahyo hingga sekarang.

Sejak tahun 2023, sanggar tersebut resmi terdata di Dinas Kebudayaan Sleman secara administratif. Mereka juga telah memperoleh Nomor Induk Kebudayaan sebagai legalitas pengembangan kegiatan seni berkelanjutan.

Legalitas tersebut membuka peluang kerjasama dengan dinas terkait untuk mendapatkan bantuan dan dukungan pembinaan. Harapannya, sanggar semakin berkembang serta mampu mencetak dalang-dalang muda yang terampil berkualitas.

Sanggar Seni Pedalangan Nur Cahyo berlokasi di rumah Mbah Sudarsono sebagai ketua sanggar. Alamatnya berada di Padukuhan Kwagon , Sidorejo, Godean, Sleman, Yogyakarta hingga sekarang kegiatan seni dan budaya masih berlangsung.

Saat ini tercatat 10 dalang aktif tergabung sebagai anggota tetap dalam sanggar tersebut. Kegiatan latihan rutin dan sebagai kegiatan sanggar dilaksanakan setiap hari Jumat malam Sabtu, berlokasi di rumah Mbah Sudarsono, karena disana peralatan sangat lengkap dari segi gamelan dan wayang.

Pada minggu terakhir di setiap bulannya, pementasan digelar secara bergantian oleh anggota dalang. Biasanya pertunjukan dimulai pukul sembilan malam hingga nantinya selesai sekitar pukul dua belas malam.

Para dalang dituntut membawakan cerita lengkap dalam durasi relatif singkat namun tetap menarik. Kemampuan vokal, penghayatan karakter, serta penguasaan lakon menjadi tantangan utama setiap pementasan.

Mbah Sudarsono menegaskan bahwa sanggar bertahan berkat semangat tulus seluruh anggota. “Kami berkegiatan tanpa rasa lelah dan tanpa perhitungan, semuanya ikhlas demi kelestarian seni,” ujarnya.

Ia juga berharap sanggar mampu melahirkan generasi dalang muda yang terampil. “Kami ingin anak-anak mengenal budaya sejak dini melalui pedalangan dan karawitan,” ucapnya. (Gilang Kinantyo Rahmat)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....