Catur Sajuga "Andum Kawruh dan Pengalaman" di Bulan Ramadan

  • 25 Feb 2026 19:13 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Bulan Ramadan bagi kalangan seniman memang jarang ada job, namun bukan berarti berhenti berkarya. Justru saat seperti ini kta gunakan untuk mengasah dan menambah ilmu yang bisa diterapkan dalam melayani masyarakat khususnya didunia hiburan ( seni Budaya ) , setidaknya demikian yang dilakukan oleh empat sekawan seniman Yogyakarta yang tergabung dalam wadah catur sajuga. Mereka adalah Dalijo angkring, Angger Sukisno, Budi Sutowiyoso dan Sugiman Dwi Nurseto.

Apalagi bulan puasa yang memang bagi saudara saudara kita Muslim sudah dipersiapkan segalanya, lha wong saat suasana Pandemik Covid 19 beberapa tahun yang lalu saja kami tetap berkarya, berbuat sesuatu yang bisa memberikan manfaat kepada masyarakat, selama itu tidak mengganggu kegiatan Ibadah. Demikian ungkap Angger Sukisno, salah satu personil yang berlatar belakang Seniman Kethoprak dan Panatacara ini.

Memang begitulah adanya, disaat masyarakat diliputi rasa was was dan kekhawatiran saat pandemik, mereka justru gencar bertemu dan membuat karya yang bisa dinikmati khalayak melalui media Virtual.

Lha seniman itu kalau cuma disuruh diam, rasane malah kesel ( Capek), walaupun mungkin secara kebutuhan hidup secara pisik tercukupi. Tapi pikiran kan ya butuh sesuatu biar fresh dan imun terjaga. walaupun saat itu keadaan serba terbatas, kita ngga boleh sembrana. Seperti juga saat bulan suci ini, kami akan terus berkarya namun juga tetap menghormati semuanya. Tegas Budi Sutowiyoso.

Dalam Ramadan tahun ini, mereka juga sudah terjadwal dalam beberapa kegiatan. Diantaranya adalah paket " Sowan senior ", yang dikemas dengan judul " ANDUM KAWRUH LAN PENGALAMAN ", yang bisa diikuti melalui media Daring.

Sekarang memang semua tidak bisa lepas dari tenologi, demikian juga dalam berkesenian. Makanya kami gunakan media itu sebagai sarana kami berbuat sesuatu, kecuali media kami untuk berekspresi juga merupakan perwujudan rasahormat kami kepada para senior kami, Kami berusaha ngaruhke sekaligus ngangsu kawuh kepada beliau. Beberapa sudah kami jadwalkan diantaranya Bpk. Pardiman Cakil ( seniman wayang wong), Ibu Yati pesek ( seniwati komedi ), Bpk. Suratdali ( Seniman kethoprak ) dll. Tambah Sugiman Dwi Nurseto

Semoga kegiatan seperti ini bisa bermanfaat , setidaknya bagi kami... syukur bisa menginspirasi semua kalangan. kami ngga ingin menggurui tapi megajak bersama belajar dan ikut serta dalam melestarikan dan mengembangkan seni Budaya tradisi yang sarat dengan nilai nilai adiluhung ini. Jangan kulina njagakke... tapi harus mintir nalare . demikian Mas dalijo angkring, seniman kocak ini mengakhiri bincangnya dengan RRI.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....