Memupuk Guyub Antar Warga dengan Kerja Bakti
- 22 Feb 2026 10:44 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Kerja bakti menjadi salah satu cara memupuk rasa guyub di kampung. Beberapa pendengar yang bergabung dalam program acara Ruang Rindu Pro 1 Jogja, Selasa, 17 Februari 2026, menyampaikan pendapat mereka terkait kegiatan kemasyarakatan.
Program acara tersebut berlangsung dari pukul 21.00 hingga 23.00 WIB. Diantara deretan lagu pop Indonesia tahun 2000 hingga 2010, pendengar menyampaikan opini. Baik melalui telepon maupun melalui WhatsApp (WA).
Ramadan salah satu pendengar yang ada di Papua, melalui telepon mengatakan yang penting ikut kerja bakti. “Ngobrol dan makan bareng menjadi bumbu penyemangat,” katanya.
Sementara pendengar di Parangtritis, Jadi, mengaku lebih banyak berbincang saat kerja bakti. “Tapi itu jadi bumbu. Kerjanya lebih senang,” ujarnya.
Hampir senada, Andi di Batam, mengatakan kerja bakti dapat mengumpulkan banyak warga. "Walaupun terkadang banyak ngobrolnya. Tapi senang bisa ngumpul,” ujarnya.
Dalam KBBI online disebutkan kerja bakti merupakan kerja gotong royong tanpa upah untuk kepentingan bersama. Kerja bakti menyatukan semua warga tanpa melihat latar belakang. Baik itu perbedaan suku, agama, maupun ras.
Sementara laman BKKBN menyebutkan kerja bakti di Indonesia sudah ada sejak masa Kerajaan Nusantara. Tradisi ini merupakan akar sosial budaya masyarakat Indonesia. Kegiatan tersebut semakin terpupuk pasca kemerdekaan Indonesia.
Selain meningkatkan kebersihan dan kenyamanan lingkungan sebagai tepat tinggal, kerja bakti juga mempunyai manfaat sosial. Seperti mempererat silaturahmi maupun solidaritas antar warga masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....