Batik Weton Perkuat Identitas Budaya di Yogyakarta
- 17 Feb 2026 17:49 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Sleman - Loman Park Hotel Yogyakarta sukses menyelenggarakan rangkaian acara kebudayaan bertajuk “Batik Weton” dan “Jagongan Gayeng” pada Sabtu, 14 Februari 2026. Kegiatan ini menghadirkan konsep inovatif yang memadukan eksplorasi jati diri melalui filosofi weton dengan praktik kreatif pembuatan batik cap berbasis kertas. Acara tersebut menjadi ruang pertemuan antara tradisi, kreativitas, dan refleksi personal yang menarik perhatian para peserta dari berbagai kalangan.
Kegiatan diawali dengan workshop batikcCap yang dipandu oleh seniman Nurohmad, S.Sn dari Omah Kreatif DONGAJI. Workshop ini menawarkan pendekatan unik karena setiap peserta diajak memahami karakter diri melalui pembacaan weton. Dari pemaknaan tersebut, peserta kemudian menerjemahkannya menjadi pola visual berupa motif hewan, tumbuhan, maupun simbol filosofis yang digambar di atas kertas sebagai dasar pembuatan alat cap mandiri.
Proses kreatif berlanjut dengan pembentukan pola kertas menjadi alat cap, yang kemudian dicelupkan ke dalam malam panas sebelum dicapkan ke atas kain. Setiap peserta bebas menentukan komposisi warna dan motif sesuai preferensi estetika masing-masing, sehingga menghasilkan karya batik yang bersifat personal dan sarat makna. Pendekatan ini tidak hanya memperkenalkan teknik batik secara praktis, tetapi juga memperkuat keterkaitan antara identitas individu dengan warisan budaya.
Suasana semakin hidup dengan sesi Jagongan Gayeng bertema “Weton Iku Ora Waton” yang digelar di area Garden. Diskusi ini menghadirkan Ketua Lesbumi Cak Udin dan seniman Nurohmad, S.Sn, dengan Iwan RS sebagai moderator. Dalam diskusi tersebut, para narasumber mengulas weton sebagai bagian dari kearifan lokal yang berfungsi sebagai panduan karakter dan laku hidup masyarakat Jawa, bukan sekadar sistem penanggalan tradisional.
Founder & Managing Director Loman Park Hotel Yogyakarta Handono S. Putro, menyampaikan apresiasinya terhadap antusiasme peserta yang mengikuti rangkaian acara. Ia menilai kegiatan ini berhasil menghadirkan perpaduan antara kreativitas dan refleksi budaya dalam satu pengalaman yang utuh. “Hari ini kita melihat perpaduan yang indah antara kreativitas tangan melalui batik cap kertas dan pengasahan nalar melalui Jagongan Gayeng,” ujarnya.
Handono menambahkan bahwa pihaknya berkomitmen menjadikan hotel sebagai ruang yang tidak hanya menawarkan fasilitas menginap, tetapi juga pengalaman budaya yang bermakna. “Batik Weton adalah cara kami merayakan identitas individu dalam balutan tradisi yang asyik, personal, dan tidak kaku,” katanya. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan untuk memperkuat hubungan masyarakat dengan nilai-nilai kearifan lokal.
Selain workshop dan diskusi, rangkaian acara juga dilengkapi dengan pameran karya seni batik di area lobi hotel yang berlangsung hingga Sabtu, 21 Februari mendatang. Pameran tersebut menampilkan berbagai motif batik dengan makna filosofis yang mendalam dan terbuka untuk umum. Keberhasilan acara ini semakin menegaskan posisi Loman Park Hotel Yogyakarta sebagai pusat kolaborasi seni dan budaya yang inklusif, kreatif, serta berkomitmen menghadirkan pengalaman budaya yang berkesan bagi setiap pengunjung. (SUR/AAN)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....