Obrolan Budaya Catur Sajuga Bersama Kang Pardiman di Sleman

  • 15 Feb 2026 19:39 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Sleman - Suasana hangat menyelimuti Dusun Gondhang, Donokerto, Turi, Sleman, pada Jumat malam, 13 Februari 2026. Empat anggota Catur Sajuga sowan kepada Kang Pardiman Cakil untuk berbagi pengalaman berkesenian.

Kegiatan bertajuk Obrolan Ringan dan Andum Pengalaman itu dimulai pukul 19.30 WIB. Acara berlangsung santai namun sarat makna budaya selama kurang lebih dua jam.

Catur Sajuga beranggotakan Sugiman Dwi Nurseto, Angger Sukisno, Dalijo Angkring, dan Mbah Suto Wiyoso. Mereka hadir untuk bersilaturahmi sekaligus menggali kisah perjalanan seni Kang Pardiman Cakil.

Selain anggota Catur Sajuga, sejumlah seniman turut meramaikan obrolan budaya tersebut. Di antaranya Siphey Danuk dan Nyi Enti, seniman asal Depok, Jawa Barat. Hadir pula Pak Eko Fery, Panewu Anom Kapanewon Mlati, yang juga merupakan putra Kang Pardiman Cakil yang mewarisi bakat tari sang ayah.

Kang Pardiman Cakil dikenal sebagai penari Wayang Wong yang identik dengan karakter Buto Cakil. Ia mulai belajar menari pada 1968 di Yogyakarta karena tidak dapat melanjutkan sekolah. Selama lima tahun, ia mendalami tari

Cakilan dengan tekun dan penuh kesungguhan. Sejak awal, ia sudah ikut pentas meski hanya berperan sebagai baladupak.

“Seni tari sudah menjadi jalan hidup saya sejak tidak melanjutkan sekolah,” ujar Kang Pardiman. “Dari panggung kecil hingga besar, saya jalani dengan ikhlas dan penuh tanggung jawab."

Berkat ketekunannya, ia dapat berkeliling dunia untuk menari serta menyekolahkan anaknya hingga menyelesaikan pendidikan tinggi.

Kisah hidup Kang Pardiman menjadi teladan bahwa ketekunan dalam berkarya mampu menghidupi diri dan keluarga. Ia bahkan diangkat menjadi pegawai negeri sipil berkat dedikasinya di dunia seni tari.

Sementara itu diungkapkan Mbah Suto Wiyoso bahwa, obrolan budaya di jaman saat ini perlu merambah dunia digital. “Perkembangan teknologi sangat pesat, maka silaturahmi budaya juga harus hadir di media sosial,” katanya.

Kegiatan tersebut juga disiarkan langsung melalui akun TikTok Budi Sutowiyoso. Langkah ini menjadi bentuk adaptasi para seniman terhadap perkembangan digital yang semakin masif.

Obrolan berlangsung cair dengan selingan tembang dari para peserta yang hadir malam itu. Canda tawa mengiringi diskusi, mempererat silaturahmi antar seniman lintas generasi dan daerah. (Gilang Kinantyo Rahmat)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....