Hikmah Bersedekah Melapangkan Hati dan Kehidupan

  • 15 Feb 2026 06:08 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Sedekah merupakan salah satu amalan mulia yang sangat dianjurkan dalam Islam. Bagi kaum Muslim, sedekah bukan sekadar kebiasaan memberi, melainkan bentuk ibadah yang memiliki nilai spiritual tinggi serta membawa keberkahan dalam kehidupan, baik di dunia maupun di akhirat. Hal ini disampaikan ustadzah Elfa Suroya dari pimpinan wilayah muslimat Nahdlatul Ulama DIY dalam acara Mutiara Pagi Pro1 RRI Yogyakarta Minggu, 15 Februari 2026.

"Kita perlu memahami hikmah bersedekah secara mendalam. Shodaqoh atau sedekah bukan hanya tentang mengeluarkan harta, tetapi juga melatih keikhlasan, menumbuhkan kasih sayang, serta mempererat hubungan sosial di antara sesama manusia," ujarnya.

Ditambahkan Ustadzah Elfa bahwa sedekah sebagai Cerminan Keimanan. Secara bahasa, sedekah berasal dari kata shodaqoh yang berarti “jujur”. Makna ini menunjukkan bahwa sedekah adalah cerminan kejujuran iman seseorang kepada Allah SWT.

"Keimanan tidak hanya diucapkan, tetapi dibuktikan melalui tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari, salah satunya dengan berbagi kepada yang membutuhkan,"ucapnya.

Dalam Alquran, Allah SWT menegaskan keutamaan sedekah. Salah satunya terdapat dalam Alquran Surah At-Taubah ayat 103 yang menjelaskan bahwa zakat dan sedekah berfungsi untuk membersihkan dan menyucikan jiwa. Ayat tersebut menegaskan bahwa sedekah memiliki fungsi spiritual sebagai pembersih hati dari sifat kikir dan cinta dunia yang berlebihan.

Keutamaan sedekah juga dijelaskan dalam Alquran Surah Al-Baqarah ayat 261. Dalam ayat tersebut, Allah mengibaratkan sedekah seperti sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, dan pada setiap bulir terdapat seratus biji. Perumpamaan ini menunjukkan bahwa Allah SWT melipatgandakan pahala bagi hamba-Nya yang tulus dalam bersedekah. Pesan ini memberikan pemahaman bahwa harta bukanlah tujuan akhir kehidupan, melainkan amanah yang harus dimanfaatkan di jalan kebaikan.

Seorang Muslim yang memahami konsep ini akan memandang harta sebagai sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah, bukan sebagai sumber kesombongan atau alat untuk menumpuk kekayaan semata. Secara spiritual, sedekah membersihkan jiwa dan menenangkan hati. Orang yang rajin bersedekah cenderung memiliki hati yang lapang, tidak mudah iri, serta terhindar dari sifat dengki.

Secara sosial, sedekah memperkuat solidaritas dan kepedulian antar sesama. Ketika seseorang memberi kepada yang membutuhkan, ia tidak hanya membantu meringankan beban orang lain, tetapi juga membangun hubungan sosial yang harmonis dalam masyarakat.

Sedekah juga menjadi bentuk rasa syukur atas nikmat yang telah diberikan Allah SWT. Dengan berbagi, seorang Muslim menyadari bahwa setiap rezeki yang diperoleh mengandung hak orang lain di dalamnya.

Keberkahan Dunia dan Akhirat.

Dalam berbagai ayat dan hadis, Allah dan Rasul-Nya menegaskan betapa besar keutamaan dan pahala bagi orang-orang yang gemar bersedekah. Keberkahan sedekah tidak hanya dirasakan dalam bentuk ketenangan batin, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari yang lebih damai dan penuh rasa cukup.

Sedekah bukan hanya sekadar memberi harta. Ia adalah latihan keikhlasan, wujud rasa syukur, serta bukti nyata keimanan seorang Muslim. Dengan memahami hikmah bersedekah, diharapkan umat Islam semakin termotivasi untuk menjadikan sedekah sebagai bagian dari gaya hidup dan ibadah yang konsisten dalam kehidupan sehari-hari.

Salah satu pendengar RRI ibu Siti di Banguntapan yang bertanya terkait penjelasan Al-Qur’an surat Al-Lail ayat 5 sampai 7. "Kita akan mencoba merespons apa yang telah disampaikan oleh Ibu Siti mengenai Alquran surat Al-Lail ayat 5 sampai 7," ujar ustadzah Elfa.

Dijelaskan ustadzah bahwa dalam ayat tersebut dijelaskan bahwa barang siapa yang memberikan hartanya di jalan Allah, bertakwa, dan membenarkan adanya balasan terbaik, maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju kebaikan. Balasan terbaik yang dimaksud adalah surga sebagai ganjaran atas keimanan dan ketakwaannya.

"Allah SWT memberikan balasan yang setimpal kepada orang-orang yang menginfakkan hartanya di jalan-Nya, terlebih jika dilakukan dengan penuh keikhlasan. Orang yang bersedekah dengan niat tulus karena Allah akan memperoleh ganjaran yang berlipat ganda," ujar ustadzah.

Ditambahkan Ustadzah Elfa bahwa balasan tersebut tidak hanya berupa kenikmatan di akhirat, tetapi juga kebaikan di dunia. Allah dapat melapangkan rezekinya, memberikan keberkahan pada hartanya, serta menghadirkan pertolongan dalam setiap urusannya. Adapun di akhirat, Allah menjanjikan kenikmatan yang abadi dan pertolongan pada hari pembalasan.

Semua itu merupakan bagian dari wujud ketakwaan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dengan demikian, menginfakkan harta di jalan Allah bukan hanya sekadar amalan sosial, tetapi juga bentuk nyata dari keimanan dan ketaatan seorang hamba kepada Tuhannya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....