Soimah dan Yati Pesek Mengenang Sosok Maestro Kethoprak Yu Beruk
- 14 Feb 2026 18:02 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta – Kepergian Sumisih Yuningsih atau yang dikenal Yu Beruk menyisakan duka mendalam bagi keluarga, kerabat, dan rekan-rekan seniman. Sang maestro seni kethoprak tersebut meninggal dunia pada Sabtu pagi, 14 Februari 2026 di RSUP Dr. Sardjito.
Penyanyi sekaligus seniman Soimah Pancawati yang hadir melayat ke rumah duka, mengenang awal pertemuannya dengan Yu Beruk. Ia mengaku mulai mengenal almarhumah saat tinggal di Yogyakarta sekitar tahun 1995.
“Saya kenal sejak saya di Yogyakarta sekitar tahun 1995-1996. Justru malah dulu awal-awal saya di Yogyakarta saya dikira anaknya Mbok Beruk karena katanya dulu wajahnya mirip jadi dikira anaknya. Dan luar biasa, Mbok Beruk bukan hanya senior, tapi saya sudah menganggap sebagai ibu saya. Banyak belajar, banyak ilmu yang dapat dari Mbok Beruk,” ujar Soimah saat ditemui, Sabtu, 14 Februari 2026.
Menurutnya, Yu Beruk merupakan sosok yang luar biasa. Meski menjadi senior tetapi almarhumah tidak pernah menjaga jarak dengan para juniornya dan justru selalu merangkul serta membimbing mereka.
“Bu Yuningsih semoga husnul khotimah. Terima kasih semua atas perjuangannya, atas ilmunya, atas didikannya, atas semuanya,” ucapnya.

Selain Soimah, seniman senior Yati Pesek juga mengaku sangat kehilangan sosok Yu Beruk. Pemilik nama asli Suyati itu bahkan sudah menganggap Yu Beruk sebagai keluarga sendiri.
Yati Pesek dan Yu Beruk mulai saling mengenal sejak tahun 1968, saat keduanya sama-sama belum menikah. Sejak saat itu, mereka kerap berpindah dari satu panggung ke panggung lain untuk pentas bersama.
“Tahun 1968 dan itu sampai sekarang. Itu tidak menggambarkan kalau itu teman enggak, sudah seperti saudara sendiri. Karena apa? Dari bahagia dan susah itu saya jalanin sama Mbak Yuningsih, sampai menjelang meninggal,” kata Yati Pesek mengenang sosok Yu Beruk.
Yati Pesek mengaku sangat terpukul kehilangan sahabat yang sudah dianggapnya sebagai saudara kandung tersebut. Ia juga mengaku tidak tega melihat kondisi Yu Beruk menjelang akhir hayatnya, termasuk saat harus dipasang alat bantu pernapasan.
“Saya merasa kehilangan, karena di samping itu teman juga sudah kayak saudara kandung sendiri. Saya sebagai keluarga mengucapkan banyak salah Mbak Yuningsih mohon dimaafkan,” ujar Yati Pesek.
Sebelum tutup usia, Yu Beruk sempat menjalani perawatan kurang lebih dua pekan di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta dan kemudian dirujuk ke RSUP Dr. Sardjito. Yu Beruk meninggal karena sakit infeksi paru-paru yang dideritanya.
“Masuk rumah sakit itu pas kemarin banget itu dua minggu kalau enggak salah, tapi sekitar empat hari yang lalu itu pindah. Awalnya itu di PKU Kota terus dirujuk ke RSUP Dr. Sardjito,” ujar Bimo, salah satu cucu Yu Beruk.
Yu Beruk meninggalnya tujuh anak, 19 cucu, dan 2 cicit.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....