Sosok Sang Maestro Kethoprak Yu Beruk di Mata Keluarga
- 14 Feb 2026 16:21 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta – Kabar duka menyelimuti dunia seni pertunjukan Indonesia, khususnya di Yogyakarta. Seniman serba bisa, Sumisih Yuningsih atau yang lebih dikenal dengan nama Yu Beruk tutup usia pada Sabtu pagi, 14 Februari 2026.
Yu Beruk meninggal dunia di usia 76 tahun setelah sempat menjalani perawatan di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta dan kemudian dirujuk ke RSUP Dr. Sardjito. Kondisinya sempat membaik, namun kemudian kembali menurun hingga harus dirawat di ICU.
Kepergian Yu Beruk menyisakan duka mendalam bagi keluarga, kerabat, dan para pegiat seni tradisional. Suanana haru pun tampak di rumah duka sejak Sabtu pagi.
Salah satu cucu Yu Beruk Adnan Bimo, saat ditemui di rumah duka, mengungkap Yu Beruk dikenal sebagai sosok nenek yang penyayang di mata keluarga. Menurutnya, dalam keseharian, almarhumah sangat perhatian dan dekat dengan seluruh anggota keluarga.
Seperti pada momen Ramadan, Yu Beruk biasanya menjadi orang yang paling sibuk menyiapkan berbagai keperluan untuk keluarga besarnya. Kenangan itu kini menjadi pengingat akan keteladanan dan kasih sayang almarhumah di lingkungan keluarga.
“Kalau sosok Mbahti pasti penyayang di rumah, apalagi menjelang Ramadan seperti saat ini biasanya Mbahti yang paling repot di rumah ngurusin makanan, ngurusin perintilan apapun. Pokoknya lebaran itu yang paling repot,” ujar Bimo.
Selain dikenal sebagai maestro kethoprak, Yu Beruk juga merupakan pensiuanan RRI Yogyakarta yang aktif berkarya hingga usia senja. Karya terakhirnya dipentaskan dalam gelaran budaya Jawa Kethoprak Mataram, Keluarga Kesenian Jawa RRI Yogyakarta pada akhir November lalu dengan judul Renggani-Pulungsari. Karya tersebut kini menjadi penutup perjalanan panjang Yu Beruk dalam duni seni pertunjukan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....