Prospek Budidaya Melon di Gunungkidul Menjanjikan

  • 13 Feb 2026 19:06 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Gunungkidul:- Pertanian buah melon di Kabupaten Gunungkidul mulai menunjukan prospek positif. Selain diminati pasar, melon juga dikenal sebagai buah yang membantu menstabilkan tensi darah, sehingga permintaannya terus meningkat seiring program ketahanan pangan yang digalakkan pemerintah daerah.

Salah satu petani asal Tembesi, Ponjong, Gunungkidul Anang Sutrisno mengatakan, mulai membudidayakan melon pada tahun 2024 dengan menyesuaikan kemampuan produksi dan pemasaran.

“Umur tanam melon relatif cepat, sekitar 2,5 bulan sudah bisa dipanen. Tapi panennya hanya sekali, jadi kalau berhasil ya berhasil sekali, kalau gagal ya gagal,” ujar Anang saat ditemui di lahannya, Jumat, 13 Februari 2026.

Anang mengaku menanam berbagai jenis melon. Di antaranya melon hijau atau melon Amanda, melon golden, hingga melon premium yang masih dalam tahap uji coba. Dari pengalamannya, melon golden menjadi jenis yang paling mudah dipasarkan.

“Dalam satu musim tanam, kami menanam sekitar 500 batang melon yang tersebar di dua lokasi. Rata-rata hasil panennya mencapai sekitar 750 kilogram. Dari usaha tersebut, kami memperoleh keuntungan bersih hingga tiga kali lipat dari modal yang dikeluarkan untuk benih, pupuk, dan perawatan tanaman,” ucapnya.

Adapun untuk pemasaran, Anang mengandalkan beberapa jalur, mulai dari tengkulak, kerja sama dengan sekolah yang memiliki program memasak mandiri, hingga jaringan pertemanan yang bergerak di penjualan buah.

Terpisah, Sekretaris Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Raharjo Yuwono menilai prospek melon di wilayah Gunungkidul sangat menjanjikan. Menurutnya, tidak hanya petani lokal yang memanfaatkan lahan di Gunungkidul, tetapi juga petani dari luar daerah.

“Bahkan masyarakat dari Kulon Progo banyak yang bekerja sama dengan petani Gunungkidul untuk menyewa lahan dan membudidayakan melon, terutama setelah musim padi dan palawija,” ucap Raharjo.

Ia menambahkan, kini semakin banyak masyarakat Gunungkidul yang membudidayakan melon baik secara perseorangan maupun kelompok. Beberapa wilayah seperti Pacarejo, Semanu, Klayar, dan Kedungpoh Nglipar menjadi sentra baru budidaya melon. Selain di lahan terbuka, sebagian petani juga memanfaatkan polibag dengan sistem irigasi tetes (drip irrigation) menggunakan pipa kecil yang efisien air. Dengan dukungan teknologi sederhana dan pasar yang terus berkembang, budidaya melon dinilai mampu menjadi salah satu penggerak ekonomi sekaligus mendukung ketahanan pangan di Gunungkidul.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....