Tidak Hanya Estetika, Arsitek Muda Perlu Melek Bisnis

  • 20 Jan 2026 21:52 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Menjadi arsitek yang andal ternyata tidak cukup hanya berbekal kemampuan merancang bangunan yang estetis. Realitas di lapangan menunjukkan bahwa kegagalan banyak studio arsitek muda sering kali bukan karena kurangnya kreativitas, melainkan ketidaksiapan dalam mengelola aspek manajemen dan bisnis.

Menjawab fenomena ini, Imajiwaktu bersama TACO resmi menghadirkan TACO TALKACTIVE by Imajiwaktu, sebuah rangkaian diskusi arsitektur yang dirancang untuk membekali arsitek muda dengan pengetahuan penting dalam membangun dan mengelola studio arsitek secara mandiri. Acara perdana digelar di Yogyakarta pada Selasa, 20 Januari 2026.

Founder Imajiwaktu Luis Lee mengatakan, terdapat lima tema besar dari bidang profesional yang akan dibahas dalam serangkaian agenda ini. Tema tersebut dipilih setelah dilakukan diskusi mendalam ketika akan menjalankan atau membuka usaha studio arsitek.

"Jadi lima tema ini misalnya masalah branding, masalah keuangan, masalah manage team, masalah handling client, juga masalah legal, membuat kontrak, ini kurang dibahas memang di bangku kuliah. Karena itu kami setelah diskusi dengan teman-teman dari IAI Nasional, khususnya mereka yang di Badan Inkubasi Arsitek Muda, kita serap dan kita coba tuangkan ide ini, untuk membantu teman-teman arsitek muda, untuk masuk ke dalam dunia bisnis," katanya.

Luis menjelaskan, kelima tema besar ini akan dituangkan dalam rangkaian diskusi di lima kota sepanjang tahun 2026, yakni Yogyakarta, Mataram, Pekalongan, Jakarta, dan Surabaya. Melalui serangkaian kegiatan ini diharapkan arsitektur lebih profesional dan dapat terhindar dari kasus penipuan atau kena hal-hal yang tidak diinginkan.

Program ini dirancang dengan format intimate discussion yang hanya membatasi 30 peserta tatap muka guna memastikan kualitas diskusi dua arah. Namun, untuk menjangkau lebih banyak arsitek di seluruh pelosok negeri, acara ini juga digelar secara hybrid melalui platform Zoom.

Menariknya, seluruh pengetahuan yang dibagikan oleh para narasumber ahli dalam lima seri diskusi ini tidak akan berhenti di ruang pertemuan saja. Di akhir tahun 2026, Imajiwaktu akan merangkum seluruh materi tersebut ke dalam sebuah e-book berjudul "Beyond Studio".

"Jadi benar-benar kita berikan secara gratis ini bentuk dukungan kami kepada teman-teman arsitek, khususnya untuk inkubasi ya di dalam program mereka inkubasi arsitek muda Indonesia. Sebagai bentuk kepedulian kami dari PCN dari Imajiwaktu khususnya, kepada dunia desain, dunia arsitektural dan yang di bidang itu," ujarnya.

Founder Principal Collective Network (PCN) Ivan Litan mengatakan, wadah kolaborasi ini menjadi bagian terpenting dalam perkembangan arsitektur Indonesia. Event kolaborasi yang sudah terbangun sejak tahun 2020 lalu dalam sebuah konsorsium selain merambah 23 kota di seluruh ee Indonesia, sudah ada tiga negara, Turki, India sama China yang sudah masuk dalam grup.

"Kami ingin masuk lagi ke berapa daerah dengan kegiatan-kegiatan yang lebih intimate. Sehingga salah satu program kami Imajiwaktu. Jadi program PCN itu ada beberapa, ada Build Next pameran Expo yang levelnya lebih ke level provinsi," katanya.

Melalui sharing knowledge dalam TACO TALKACTIVE by Imajiwaktu ini, semakin membuka pengetahuan desainer, baik dari sisi pemasaran, sharing season, serta menambah pengalaman arsitektur muda.

"Teman-teman arsitek, interior desainer, juga bisa mengenal lebih baik lagi tentang produk-produk terutama kalau kita banyak di dunia finishing ini, perkembangan produk untuk produk finishing produk perkembangan produknya cukup cepat, cukup cepat ya. Jadi biasa kalau pengalaman saya sih setiap 6 bulan itu pasti ada produk baru," ujarnya.

Senior Brand Marketing TACO Gunadi Saputra menyampaikan, sebagai industri manufaktur lokal Indonesia, event ini juga menjadi bentuk dari support ke industri kreatif. Khususnya ialah arsitek dan desainer interior, sehingga hadir pula pameran-pameran dengan mengumpulkan para brand dan mengundang para arsitek dan desainer interior .

"Acara ini bagus banget untuk membill networking enggak hanya brand ya,. Tapi para astek di interior. Jadi dua hal itu sih yang menjadi alasan kenapa kita, kami dari TACO tetap mendukung acara seperti ini," ucapnya.

Seri pertama di Yogyakarta menghadirkan pembicara dari AGE Studio, yakni Judy Pranata dan Titi Satmya, yang membedah bab pertama mengenai pentingnya branding dan identitas dalam dunia arsitektur. Setelah Yogyakarta, perjalanan "Taco Talkactive" akan berlanjut ke Mataram, Lombok, pada bulan Februari mendatang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....