Prospek Bisnis Skincare 503 Trilyun, Layanan Pengiriman Menentukan
- 30 Okt 2024 23:01 WIB
- Yogyakarta
KBRN, Yogyakarta: Potensi bisnis skincare di Indonesia bisa mencapai Rp 503 Trilyun di tahun 2025. Potensi itu meningkat dari tahun 2024 yang kisarannya sekitar Rp 400 Trilyun.
”Bisa dibayangkan ini analisis yang luar biasa, dan sekitar 80 persen memang di sektor bisnis tentang wanita,” kata Sales and Marketing Manager Larissa Aesthetic Center Dionisius Simanjuntak di Yogyakarta 24 Oktober lalu.
Dan sesuai hasil riset pembelian produk skincare secara online di Pulau Jawa, para pembeli tidak mengutamakan harga murah dan faktor-faktor lainnya. Sekitar 50 persen konsumen menyatakan pengiriman cepat sebagai alasan utama.
”Saya pun dibuat kaget, sehingga dalam hitungan jam barang yang dipesan harus sudah dikirimkan ke alamat tujuan,” ucapnya.
Saat ini, Larissa sebagai brand kecantikan yang hadir di Yogyakarta sejak tahun 1984, memiliki 50 cabang di Indonesia. Namun, hal ini menjadi tantangan tersendiri, terutama untuk memastikan pengiriman produk tepat waktu dengan kualitas terjaga.
Terkait hal itu, Larissa memilih untuk menjadi mitra korporasi Ninja Express, agar bisa memanfaatkan layanan pengiriman barang yang lebih efektif dan efisien. Layanan itu bernama Business to Business Restock (B2BR) untuk pengiriman tepat waktu.
Chief Marketing Officer Ninja Express Andi Djoewarsa betul-betul menjaga kualitas suhu saat pengiriman barang. Pihaknya melakukan ini, untuk betul-betul menjaga kualitas produk.
”Jika kualitas barang yang dikirim turun akibat pengaruh suhu, maka produk akan dikembalikan dan berdampak pada bisnis perusahaan,” ucap Andi Djoewarsa. Ia pun memastikan, mitra dapat memantau dan mengontrol pengiriman melalui layanan B2BR. (r-ws/par)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....