Menelusuri Jejak Manis Madukismo, dari Lori Tua hingga Kristal Gula

  • 13 Sep 2026 17:57 WIB
  •  Yogyakarta
Video

RRI.CO.ID, Bantul - Kabupaten Bantul punya berbagai cara untuk mengajak wisatawan menikmati liburan. Tak hanya menawarkan wisata alam, Bantul juga memiliki destinasi unik yang menyajikan pengalaman berbeda.

Salah satunya di Pabrik Gula Madukismo, di mana para wisatawan diajak melihat lebih dekat bagaimana sebatang tebu diproses hingga menjadi gula. Perjalanan menuju kawasan pabrik menjadi bagian menarik dari pengalaman tersebut.

Para pengunjung akan menaiki belasan lori yang ditarik oleh lokomotif tua yang telah dimodifikasi. Suara roda beradu dengan rel mengiringi perjalanan wisatawan. Sesekali kereta lawas itu akan berhenti apabila berpapasan dengan lori pengangkut tebu. Tak hanya itu, perjalanan tersebut juga akan disambut dengan tawa riang anak-anak yang berada di sekitar lokasi.

Setelah 20 menit menelusuri kawasan pabrik, perjalanan pun sampai di tujuan akhir yakni area penggilingan tebu. Di lokasi ini, tebu diangkat dari lori pengangkut menggunakan mesin capit dan dimasukkan ke mesin penggiling. Dari sinilah proses pengolahan batang tebu menjadi gula pasir kristal dimulai. Para pengunjung kemudian masuk ke dalam area pabrik untuk melihat proses tersebut secara langsung.

Koordinator Pengembangan Aset PT Madubaru PG PS Madukismo, Mahmud Safrudin mengungkapkan, tahapan dimulai dengan penggilingan tebu untuk diambil cairan manisnya yang disebut dengan nira. Proses ini pun dilakukan berulang kali agar seluruh nira keluar dengan maksimal. Selanjutnya, nira hasil gilingan dialirkan ke stasiun pemurnian untuk dibersihkan dari kotoran.

Usai seluruh tahapan selesai, kristal gula kemudian diproses dan dikemas, sementara cairan sisanya berupa tetes tebu atau molasses masih dapat dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan spiritus dan alkohol.

Selain mendapat informasi tentang proses pembuatan gula, para pengunjung juga dibekali dengan pengetahuan sejarah di balik keberadaan Madukismo. Dibangun pada tahun 1955 atas prakarsa Sri Sultan Hamengkubuwono IX, Madukismo menjadi bagian dari upaya menggantikan pabrik-pabrik gula yang sebelumnya ada di DIY dan telah dibumihanguskan.

Seiring berjalannya waktu, kapasitas produksi Madukismo terus berkembang. Dari awalnya sekitar 1.500 ton tebu yang digiling setiap hari, kapasitasnya meningkat menjadi sekitar 3.500 ton tebu per hari.

Bagi Anda yang tertarik dan ingin melihat langsung proses tersebut, perlu melakukan reservasi terlebih dahulu. Dalam sehari, kunjungan maksimal dapat dilakukan sebanyak empat kali, dengan durasi sekitar dua jam untuk setiap sesi.

Pengalaman wisata di Pabrik Gula Madukismo pada akhirnya bukan sekadar melihat bagaimana gula dibuat. Perjalanan dengan lori, cerita sejarah, hingga proses pengolahan tebu memperlihatkan bahwa di balik rasa manis yang setiap hari kita nikmati, terdapat perjalanan panjang sebuah industri dan sejarah yang telah berlangsung selama puluhan tahun.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....