Belajar Rasa Empati di Pasar Ngasem: Berbagi Lapak Demi Sambung Hidup Gilang Rizky
- 31 Jul 2026 14:59 WIB
- Yogyakarta
Video
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Ramainya pasar tradisional tidak hanya menjadi ruang ekonomi, tetapi juga menjadi pergolakan batiniyah manusia, sebagai makhluk sosial yang membutuhkan interaksi, maupun sekadar bertahan dari kerasnya kehidupan.
Dibalik keramaiannya pasar Ngasem, terselip kisah perjuangan yang menyentuh relung hati manusia. Ialah Gilang Rizky, sosok yang sempat viral di media sosial dalam mencari penghidupan.
Pagi buta itu, Pasar Ngasem dipadati warga hingga wisatawan dari berbagai daerah, untuk merasakan aneka kuliner yang dijajakan, termasuk hangatnya suasana dari bagian Keraton Yogyakarta ini. Bagi Gilang, ruang kecil di pasar ini menjadi tempat baginya menggantungkan harapan besar untuk menapaki kehidupan.
Seorang difabel tuna netra yang berkeliling menjajakan kerupuk rambak, sempat viral karena menjual barang dagangan di tempat yang tidak diperbolehkan berjualan.
Lulusan sarjana Ilmu Pendidikan Bimbingan Konseling salah satu perguruan tinggi negeri di Yogyakarta sejak tahun 2024, harus menelan pil pahit, karena tidak juga mendapatkan pekerjaan yang layak inipun mengajarkan tentang arti sebuah semangat.
Semangat dari Gilang Rizky ini mendorong Fajar Suryati, pedagang jenang di pasar Ngasem untuk menghadirkan sisi kemanusiaan yang saling tolong menolong. Dengan membagi ruang yang ada di lapaknya, kini Gilang bisa berjualan dengan tenang, tanpa ada kekhawatiran untuk ditertibkan.
Sisi kehidupan manusia mengajarkan kita semua dengan cara sederhana, bahwa ada ruang bagi kerasnya kehidupan yang memerlukan hadirnya orang lain. sebagai makhluk sosial, manusia tidak hanya hidup untuk dirinya, tetapi ada lingkungan dan kehidupan lainnya yang harus dijaga untuk keberlangsungan hidup dan keberkahan di dunia
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....