Berawal Otodidak hingga Menjadi Maestro, Subandi Giyanto Tekuni Seni Lukis Kaca
- 15 Jul 2026 12:33 WIB
- Yogyakarta
Video
RRI.CO.ID, Bantul - Seni lukis biasanya identik dengan menggoreskan cat di atas kanvas. Namun, hal berbeda dilakukan oleh seniman kawakan bernama Subandi Giyanto, yang memanfaatkan kaca sebagai media untuk melukis tokoh pewayangan. Bahkan, karyanya pernah menjadi cendera mata bagi tamu kenegaraan di era Presiden Soeharto.
Ditemui di kediamannya di Padukuhan Gendeng, Bangunjiwo, Kasihan, Bantul, pria 68 tahun tersebut tampak sedang menggambar garis dan bentuk pada selembar kaca. Setelah motifnya terbentuk, barulah cat akrilik ditorehkan sesuai corak warna yang diinginkan.
Subandi mengungkapkan, dirinya sudah menekuni dunia lukis kaca sejak tahun 1979. Bermula saat Subandi baru saja lulus dari SMA, dan hendak melanjutkan studi ke perguruan tinggi. Saat menunggu masuk kuliah, ia ditawari oleh temannya untuk mengajar seni melukis kaca.Subandi pada awalnya menolak permintaan tersebut, karena dirinya belum bisa melukis pada media tersebut dan mengaku hanya punya pengalaman menyungging atau mewarnai wayang kulit.
Namun, temannya berhasil meyakinkannya dan Subandi pun belajar melukis wayang di media kaca secara otodidak. Usai beberapa waktu belajar, Subandi akhirnya berhasil menguasai teknik melukis kaca dan terus menghasilkan karya hingga saat ini.
Selain menghasilkan karya-karya yang bernilai rupiah, Subandi juga berperan aktif dalam mengajarkan keterampilan tersebut kepada anak-anak di lingkungan rumahnya. Lurah Bangunjiwo, Parja, mengapresiasi penuh upaya yang dilakukan oleh Subandi. Menurutnya, langkah tersebut menjadi salah satu cara mengembangkan potensi generasi muda.
Selain menjadi pelukis kaca, Subandi juga merupakan salah satu maestro kerajinan wayang tatah sungging di Kalurahan Bangunjiwo. Keahlian itu pun ia dapatkan dari memperhatikan ayahnya yang merupakan perajin wayang kulit.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....