Tradisi Mubeng Benteng Keraton Yogyakarta Malam 1 Suro BE 1960

  • 17 Jun 2026 10:04 WIB
  •  Yogyakarta
Video

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Ribuan abdi dalem Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat bersama masyarakat Yogyakarta mengikuti tradisi Lampah Mubeng Beteng dalam rangka memperingati Malam Satu Suro BE 1960, semalam, Selasa, 16 Juni 2026. Prosesi sakral yang menjadi bagian dari Hajad Kawula Dalem ini diawali di Bangsal Ponconiti Keraton Yogyakarta.

Ketua Paguyuban Abdi Dalem Yogyakarta, KRT Kusumanegara mengatakan, di Bangsal Ponconiti dilakukan pembacaan serat macapat dan tepat pukul 12 malam dilepas untuk melakukan Hajad Kawulo Dalem Mubeng Beteng, dengan menempuh jarak sekitar 5 kilometer.

Bukan sekadar mubeng beteng dan menahan berbicara atau tapa bisu di setiap perjalanannya. Abdi dalem KRT Wijayapamungkas mengungkapkan, prosesi ini menjadi sarana introspeksi diri, berdoa, serta mengevaluasi perjalanan hidup selama setahun terakhir.

Sementara itu, Plt Kabid Pemeliharaan dan Pengembangan Adat Tradisi Lembaga Budaya dan Seni Dinas Kebudayaan DIY Rully Andriadi menegaskan, Kundha Kabudayan berkomitmen untuk terus mendukung pelestarian tradisi ini. Tradisi Lampah Mubeng Beteng sendiri telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia sejak tahun 2015.

Selain bisa menyedot antusiasme hingga 10 ribu peserta pada tahun lalu, Momen tahun baru Jawa kali ini juga terdapat peristiwa langka dengan digelarnya Pementasan Wayang Kulit Gedhog Pergelaran Ringgit Wacucal Gedhog persembahan Kawedanan Kridhamardawa di Alun-alun Kidul Yogyakarta.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....