BPPTKG Catat Aktivitas Merapi, Ada 11 Guguran Awan Panas

  • 09 Jun 2026 14:19 WIB
  •  Yogyakarta
Video

RRI.CO.ID, Sleman - Aktivitas Gunung Merapi masih menunjukkan dinamika kegempaan dan aktivitas guguran yang signifikan. Berdasarkan hasil pemantauan pada periode 09 Juni 2026 pukul 00.00 hingga 06.00 WIB kondisi cuaca di sekitar puncak Merapi terpantau mendung hingga cerah dengan arah angin bertiup tenang menuju timur. Sementara suhu udara berada pada kisaran 14,1 hingga 18 derajat Celsius, kelembaban udara tercatat 89 hingga 89,9 persen, dan tekanan udara berada pada rentang 874,7 hingga 918 mmHg. Secara visual, Gunung Merapi terpantau jelas hingga sesekali tertutup kabut pada skala 0 hingga III. Asap kawah dengan tekanan lemah masih terlihat berwarna putih dengan intensitas tebal dan mencapai ketinggian sekitar 75 meter di atas puncak kawah. Kondisi ini menunjukkan adanya aktivitas vulkanik yang masih berlangsung di tubuh gunung.

Dari sisi kegempaan, Penyusun Laporan Aktivitas Gunung Api BPPTKG Erwin Widyon melalui keterangan tertulis menyebut selama enam jam pengamatan tercatat sebanyak 26 kali gempa guguran dengan amplitudo antara 2 hingga 10 milimeter dan durasi 42,08 hingga 170,03 detik. Selain itu, juga teramati 21 kali gempa hybrid atau fase banyak dengan amplitudo 2 hingga 35 milimeter, nilai S-P 0,4 hingga 0,7 detik, serta durasi 21,33 hingga 51,43 detik, yang menunjukkan adanya dinamika pergerakan material di dalam tubuh gunung. Selain aktivitas kegempaan, juga teramati sebanyak 11 kali guguran lava yang mengarah ke sektor barat daya melalui Kali Krasak dan Kali Sat atau Kali Putih, dengan jarak luncur maksimum mencapai sekitar 2.000 meter dari puncak. Aktivitas ini mengindikasikan bahwa material vulkanik masih aktif bergerak dari area puncak menuju lereng bawah.

Berdasarkan hasil pemantauan tersebut, Gunung Merapi masih berada pada Status Level III atau Siaga. BPPTKG menegaskan suplai magma masih berlangsung sehingga berpotensi memicu terjadinya awan panas guguran di dalam kawasan potensi bahaya yang telah ditetapkan. Dalam kondisi ini, masyarakat diimbau untuk tidak melakukan aktivitas apa pun di wilayah tersebut, terutama pada sektor selatan–barat daya yang meliputi alur Sungai Boyong sejauh maksimal 5 kilometer serta Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng hingga 7 kilometer. Sementara pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 kilometer dan Sungai Gendol hingga 5 kilometer. Selain itu, jika terjadi erupsi eksplosif, lontaran material vulkanik berpotensi menjangkau radius hingga 3 kilometer dari puncak.

BPPTKG juga mengingatkan bahwa masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya lahar maupun awan panas guguran terutama saat terjadi hujan di kawasan lereng Merapi, serta mengantisipasi dampak sebaran abu vulkanik yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Penyusun laporan aktivitas gunung api BPPTKG, Erwin Widyon, menambahkan bahwa apabila terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka tingkat aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali sesuai perkembangan data pemantauan terbaru.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....