Kunker ke JAFF, Panja KDFN Komisi VII DPR RI Serap Aspirasi Industri Perfilman

  • 06 Jun 2026 07:01 WIB
  •  Yogyakarta
Video

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Industri perfilman nasional dinilai masih menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari hambatan investasi, beban pajak berlapis, hingga belum adanya dukungan anggaran multiyears.

Persoalan ini mengemuka dalam kunjungan kerja Panitia Kerja Kreativitas dan Distribusi Film Nasional Panja KDFN Komisi Tujuh DPR RI ke Yayasan Sinema Yogyakarta 'Jogja NETPAC Asian Film Festival atau JAFF, Jumat, 5 Juni 2026.

Ketua Tim Kunjungan Kerja Panja KDFN Komisi Tujuh DPR RI, Chusnunia Chalim mengatakan, Yogyakarta menjadi salah satu daerah dengan ekosistem perfilman yang berkembang pesat. Menurutnya, JAFF memiliki peran strategis dalam memperluas distribusi film nasional sekaligus memperkuat diplomasi budaya Indonesia.

Selain sebagai industri kreatif, film juga dinilai mampu menggerakkan ekonomi masyarakat melalui pendekatan berbasis komunitas. Karena itu, berbagai aspirasi yang disampaikan pelaku perfilman akan menjadi catatan penting bagi DPR RI.

Presiden JAFF, Budi Irawanto, mendorong revisi Undang-Undang Perfilman agar lebih adaptif terhadap perkembangan industri saat ini. Ia juga menilai skema perpajakan yang berlaku perlu dievaluasi agar tidak menghambat pertumbuhan industri kreatif nasional.

Sebagai informasi, pada tahun kemarin, JAFF mencatat lebih dari 67 ribu partisipan, dan menerima 894 film dari berbagai negara, serta melibatkan 100 komunitas film dari seluruh Indonesia, bahkan menyeleksi 227 film dari 40 negara.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....