Transisi Kritis Jelang Penutupan TPA Piyungan

  • 14 Nov 2025 16:36 WIB
  •  Yogyakarta
Video

KBRN, Yogyakarta: Ketergantungan Kota Yogyakarta terhadap Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Piyungan tidak dapat dipungkiri saat ini. Sejumlah depo yang ada saat ini kembali kelebihan kapasitas. Bahkan, masa transisi kritis akan dihadapi dengan rencana penutupan secara total TPA Piyungan tahun 2026.

Upaya rekonstruksi sosial melalui pengurangan sampah di tingkat hulu mau tidak mau harus menjadi kesadaran bersama. Melalui gerakan Masyarakat Jogja Olah Sampah (MasJOS) diharapkan sampah yang masuk ke depo hanyalah residu.

Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo mengatakan, pengelolaan sampah basah melalui emberisasi di tingkat hulu saat ini baru sekitar 25 ton/ Ia menargetkan, pada awal Januari 2026 bisa maksimal mencapai seratus ton perhari.

Terpisah Kabid Pengelolaan Persampahan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Yogyakarta Ahmad Haryoko mengungkapkan, potensi timbulan sampah perhari di Kota Yogyakarta sekitar 332 ton dengan pengurangan di tingkat hulu hampir 19 persen atau 63 ton perhari.

Sementara itu, Ketua Komisi C DPRD DIY Nur Subiyantoro menegaskan, Pemda DIY juga harus mendukung upaya penanganan sampah, setelah penutupan TPA Piyungan.

Lima langkah Gerakan MasJOS pilah sampah, sampah anorganik ke Bank Sampah, dan mengolah sampah organik, hingga menghabiskan makanan, serta menggunakan wadah berulang diharapkan menjadi budaya masyarakat saat ini. Sehingga sampah tidak menjadi masalah di Yogyakarta. (Yan/par)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....