Kampung Wisata Mantrijeron, Kembangkan Keontentikan Seni dan Budaya

  • 20 Okt 2025 12:46 WIB
  •  Yogyakarta
Video

KBRN, Yogyakarta: Yogyakarta, kota wisata yang tak pernah lelah menyuguhkan pengalaman otentik. Kali ini kami akan mengajak Anda menyusuri kearifan lokal di kawasan Mantrijeron, Kota Yogyakarta.

Berlokasi tidak jauh dari kawasan Prawirotaman yang sangat identik dengan denyut nadi wisatawan asing di Yogyakarta ini. Kampung Wisata Mantrijeron, atau tepatnya di Kampung Danunegaran, menjadi ruang bagi para pelancong asing menyelami akar budaya Jawa, mulai dari batik, seni karawitan, hingga tari klasik.

Ketua Paguyuban Seni Karawitan Sekar Masda, Purwanto yang juga Ketua RT di Danunegaran ini mengungkapkan, membatik menjadi salah satu aset unggulan yang dimiliki Kampung Wisata Mantrijeron.

Para wisatawan lokal maupun asing bisa lebih mengenal batik yang telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Kemanusiaan oleh UNESCO pada 2 Oktober 2009 silam, dan di tengah gempuran motif batik printing yang kian banyak beredar dipasaran, warga Danunegaran tetap memilih untuk berpegangan pada keaslian, seperti batik tulis, kombinasi, dan sibori.

Ketelatenan dan ketekunan dalam melestarikan batik inipun membuat Kampung Wisata Mantrijeron mendapat tempat di hati wisatawan termasuk wisatawan mancanegara, untuk memperoleh pengalaman berwisata yang otentik dan unik.

Selain menorehkan malam dengan canting di atas kain, wisatawan juga akan disuguhkan seni karawitan yang dewasa ini, mungkin sudah sangat susah ditemui. Purwanto mengungkapkan, Sekar Masda juga secara aktif menjadi wadah bagi masyarakat maupun wisatawan yang hendak mendalami seni musik tradisional Jawa ini.

Wisatawan asing asal Belgia Willy dan Ryan dari Jerman tidak mampu menyembunyikan kekagumannya setelah belajar ragam budaya Jawa di Danunegaran. Menurut mereka ada pengalaman yang tidak bisa tergantikan saat menyelami ragam seni dan budaya Indonesia khususnya di Yogyakarta.

Untuk menikmati rangkaian pengalaman ini wisatawan bisa mengambil paket minimal 10 orang, dengan harga Rp150 ribu per orangnya.

para wisatawan mancanegara tidak hanya membawa oleh-oleh berupa kain batik, namun juga pengalaman yang dalam tentang kekayaan budaya Indonesia, sekaligus menikmati Kehangatan warga, dan kekhasan perkampungan dengan seni tradisi. (yan/par)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....