Sambal atau Saus Kacang, Kuliner yang Mulai Terkenal sejak Zaman Kolonial
- 06 Okt 2026 16:50 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta- Keragaman kuliner selalu menghiasi kehidupan sehari–hari masyarakat Indonesia. Tak terkecuali kuliner dengan bumbu saus kacang. Tema ini menjadi topik pada program acara Indonesia Banget Pro 1 Jogja, beberapa waktu lalu.
Beberapa pendengar menyampaikan pendapat melalui sambungan telepon (0274) 580333. Ipul di Wates menyampaikan pendapat di antara deretan lagu pop Indonesia 90an hingga tahun 2010. “Saya suka gado-gado,” katanya. Ama di Tamansiswa juga menyampaikan hal senada. “Pastinya gado-gado, ada telurnya,” ujarnya.
Sementara Satilah di Waduk Sermo mengaku lebih menyukai pecel. “Apalagi kalau buat sendiri,” ucapnya. Komentar sama juga ditulis melalui pesan singkat ke WhatsApp 08112711911 oleh Budi Santosa di Wonogiri. “Saya suka pecel sayur,” tulisnya.
Sebenarnya masih banyak kuliner yang mengandalkan sambal atau saus bumbu kacang sebagai cita rasa. Sebut saja lotek, ketoprak, siomay, batagor, otak-otak, sate, maupun karedok. Lantas kapan saus atau sambal kacang mulai dikenal di Indonesia?
Mengutip dari Foodreview, sebelum abad ke-20, sambal kacang belum berperan penting sebagai pendamping sayuran rebus. Kala itu, kuah santan maupun kelapa bubuk yang mempunyai peran bersama sayur rebus.
Kemunculan awal sambal kacang terjadi pada tahun 1872. Pada awal kemunculannya, sambal kacang berkolaborasi dengan masakan berkuah.
Pada perkembangannya, saus sambal kacang pada pecel dan gado-gado mulai terasa pada tahun 1930. Kolonialisme juga berpengaruh terhadap perkembangan kuliner. Dari kebiasaan saus santan bergeser pada saus atau sambal kacang. Begitu juga dengan sate, ketoprak, maupun otak-otak, dengan bumbu kacang, mulai muncul tahun 1940an.
Hingga saat ini melalui proses adaptasi, keragaman kuliner dengan saus dan sambal kacang telah melekat dengan kebiasaan masyarakat. Perjalanan hadirnya bumbu dan sambal kacang di Nusantara, tak lepas dari perubahan selera. Begitu juga dengan ketersediaan bahan, dan adaptasi kuliner.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....