Anak Muda Bangun Ekonomi Mandiri Berbasis Gotong Royong

  • 03 Okt 2026 06:18 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Sleman - Semangat Hari Kesaktian Pancasila menjadi momentum untuk mendorong generasi muda memahami nilai-nilai Pancasila melalui tindakan nyata, termasuk dalam membangun kemandirian ekonomi. Perspektif tersebut menjadi salah satu bahasan dalam program Santai Siang Obrolan UMKM yang disiarkan melalui Pro 2 Yogyakarta 102.5 FM, Kamis, 1 Oktober 2026.

Program yang mengangkat tema “Berkemandirian Ikonik: Youngsters dan Kesaktian Pancasila dalam Ekosistem Wirausaha SNI 9445:2026” tersebut menghadirkan Rika Fatimah P.L.S.T., M.Sc., Ph.D., Founder & Konseptor G2R Tetrapreneur, Wakil Ketua Komtek 03–13 G2R Tetrapreneur, sekaligus Dosen Senior Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada.

Pembahasan menyoroti perubahan peran generasi muda di tengah perkembangan teknologi, perubahan gaya hidup, dan dinamika pasar global. Generasi muda dinilai memiliki peluang untuk tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga berkembang sebagai creator, entrepreneur, innovator, dan penggerak ekosistem ekonomi baru.

Semangat Hari Kesaktian Pancasila diwujudkan lewat kemandirian ekonomi generasi muda. Dalam Santai Siang Obrolan UMKM Pro 2 Yogyakarta 102.5 FM, Rika Fatimah P.L.S.T., M.Sc., Ph.D. membahas “Berkemandirian Ikonik: Youngsters dan Kesaktian Pancasila dalam Ekosistem Wirausaha SNI 9445:2026.”

Kemandirian ekonomi dalam konteks tersebut tidak dimaknai sebagai kemampuan untuk berjalan sendiri. Justru, kolaborasi dan semangat gotong royong menjadi bagian penting dalam membangun usaha yang berkelanjutan. “Kemandirian ekonomi tidak berarti berjalan sendiri, tetapi membangun ekonomi dan menjadi bagian dari ekosistem yang saling menguatkan,” ujarnya.

Salah satu pendekatan yang diperkenalkan dalam pembahasan tersebut adalah SNI 9445:2026 – G2R Tetrapreneur. Kerangka ini menghubungkan pelaku usaha melalui empat pilar utama, yakni Rantai Wirausaha, Pasar Wirausaha, Kualitas Wirausaha, dan Merek Wirausaha. Pendekatan tersebut diharapkan dapat membantu generasi muda mengembangkan potensi lokal menjadi produk berkualitas yang memiliki identitas serta peluang pasar lebih luas.

Tema “Berkemandirian dan Ikonik” juga mengajak generasi muda menerjemahkan nilai Kesaktian Pancasila melalui keberanian menciptakan usaha, meningkatkan kualitas produk, membangun jejaring, mengangkat identitas lokal, serta memperluas akses pasar. “Gotong royong tidak hanya menjadi nilai sosial, tetapi juga dapat menjadi kekuatan ekonomi dalam membangun ekosistem wirausaha,” ucapnya.

Semangat Kesaktian Pancasila hadir dalam Santai Siang Obrolan UMKM Pro 2 Yogyakarta 102.5 FM bersama Rika Fatimah P.L.S.T., M.Sc., Ph.D. (Foto: Pro 2/Sely)

Dalam diskusi, generasi muda juga didorong untuk melihat potensi lokal sebagai sumber inovasi dan penciptaan nilai ekonomi. Produk yang dikembangkan tidak sekadar berorientasi pada penjualan, tetapi juga perlu memiliki kualitas, karakter, identitas, serta strategi branding dan digitalisasi yang mampu memperkuat daya saing di pasar nasional maupun global.

Selain itu, kegiatan tersebut membuka perspektif mengenai pentingnya membangun usaha secara bersama-sama. Ekosistem kewirausahaan yang kuat membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari generasi muda, pelaku UMKM, pemerintah, akademisi, komunitas hingga dunia usaha. Dengan jejaring tersebut, pelaku usaha dapat saling mendukung dalam pengembangan kualitas, pemasaran, inovasi, dan akses pasar.

Melalui program Santai Siang Obrolan UMKM, pesan yang diharapkan berkembang adalah bahwa nilai Pancasila dapat diwujudkan melalui aktivitas ekonomi yang produktif dan kolaboratif. Generasi muda diharapkan mampu menciptakan usaha dan produk yang memiliki nilai ekonomi sekaligus membawa karakter lokal, semangat gotong royong, kualitas, dan identitas Indonesia sehingga berpeluang berkembang menjadi Produk Ikonik Indonesia yang mampu menjangkau pasar nasional maupun global.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....