Kenali Lima Love Language, Cara Ungkapkan Rasa Sayang

  • 30 Sep 2026 11:51 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Setiap orang memiliki cara berbeda dalam menunjukkan dan menerima kasih sayang. Ada yang nyaman mengungkapkan perhatian melalui pujian dan kata-kata positif, sementara yang lain lebih memilih membantu, memberikan hadiah, meluangkan waktu bersama, atau menunjukkan kedekatan melalui sentuhan. Perbedaan cara tersebut dikenal dengan istilah love language atau bahasa cinta.

Konsep love language diperkenalkan oleh dr Gary Chapman melalui bukunya The 5 Love Languages. Konsep ini mengelompokkan cara seseorang mengekspresikan dan menerima kasih sayang ke dalam lima bentuk utama. Meski demikian, bahasa cinta tidak harus dipahami sebagai kategori yang kaku karena preferensi seseorang dapat berbeda dan berubah sesuai hubungan maupun pengalaman yang dimiliki.

Bentuk pertama adalah Words of Affirmation, yakni bahasa cinta yang ditunjukkan melalui kata-kata positif. Pujian, ucapan terima kasih, dukungan, hingga kalimat sederhana seperti apresiasi dapat memiliki arti penting bagi seseorang dengan kecenderungan ini. Bagi mereka, ungkapan verbal yang tulus dapat menjadi bentuk perhatian yang membuat mereka merasa dihargai.

Berikutnya, Acts of Service menempatkan tindakan nyata sebagai bentuk perhatian. Membantu pekerjaan, menawarkan pertolongan, atau melakukan sesuatu untuk meringankan beban orang lain dapat menjadi cara menunjukkan kasih sayang. Sementara itu, Receiving Gifts lebih menekankan makna di balik pemberian, bukan nilai atau harga barang. Hadiah sederhana dapat menjadi simbol bahwa seseorang mengingat dan memikirkan orang yang diberinya.

Bahasa cinta lainnya adalah Quality Time, yaitu ketika seseorang merasa diperhatikan melalui waktu berkualitas yang dihabiskan bersama. Mengobrol dari hati ke hati, makan bersama, berjalan-jalan, atau melakukan aktivitas tanpa banyak gangguan dapat menjadi bentuk perhatian yang berarti. Ada pula Physical Touch, yang berkaitan dengan sentuhan fisik seperti pelukan, bergandengan tangan, bersandar di bahu, atau sentuhan sederhana sebagai bentuk kedekatan.

Gerald mengatakan preferensi dalam menerima kasih sayang juga dapat dipengaruhi oleh pengalaman dan karakter masing-masing individu. Ia mengutip sebuah penelitian dalam jurnal Evolutionary Psychological Science yang membahas preferensi bentuk perhatian dalam hubungan. “Studi dari jurnal Evolutionary Psychological Science mengatakan wanita lebih suka pria acts of service daripada yang berkata-kata manis,” ujar Gerald.

Pada akhirnya, memahami love language bukan berarti harus memasukkan seseorang secara mutlak ke dalam satu kategori. Bahasa cinta dapat menjadi salah satu cara untuk memahami kebutuhan dan preferensi orang terdekat, baik pasangan, keluarga maupun teman. Memberikan perhatian, mendengarkan, membantu, memberikan apresiasi, meluangkan waktu, atau menunjukkan kasih sayang melalui sentuhan dapat memiliki makna yang berbeda bagi setiap orang. “Yang terpenting adalah memahami bagaimana orang lain merasa dihargai dan diperhatikan, bukan sekadar mengetahui istilah love language-nya,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....