Harga BBM Nonsubsidi Naik, Pertamax Tetap Stabil

  • 18 Sep 2026 08:52 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - PT Pertamina Patra Niaga resmi melakukan penyesuaian harga sejumlah bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi mulai 1 September 2026. Kebijakan tersebut berlaku di sejumlah wilayah Pulau Jawa dan Bali, meliputi DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, dan Bali.

Penyesuaian harga tersebut berlaku untuk tiga produk BBM nonsubsidi, yakni Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex. Informasi mengenai perubahan harga disampaikan oleh VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, sebagaimana dikutip dari Antara. Kenaikan paling signifikan terjadi pada produk diesel nonsubsidi. Harga Dexlite naik Rp4.000 per liter, dari sebelumnya Rp19.700 menjadi Rp23.700 per liter. Sementara itu, harga Pertamina Dex meningkat Rp4.050 per liter, dari Rp21.150 menjadi Rp25.200 per liter. Adapun harga Pertamax Turbo juga mengalami kenaikan. Produk BBM dengan spesifikasi oktan tinggi tersebut naik dari Rp18.300 menjadi Rp19.600 per liter. Dengan demikian, terdapat kenaikan sebesar Rp1.300 per liter dibandingkan harga sebelumnya.

Kitty Andhora mengatakan penyesuaian harga dilakukan terhadap sejumlah produk BBM nonsubsidi Pertamina di wilayah Jawa dan Bali. "Sejumlah produk bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi Pertamina di wilayah Jawa dan Bali mengalami penyesuaian harga mulai 1 September 2026. Kenaikan berlaku untuk Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex," ujarnya.

Di sisi lain, Pertamina Patra Niaga memastikan harga Pertamax dan Pertamax Green 95 tidak mengalami perubahan. Kedua produk tersebut tetap dipertahankan dengan mempertimbangkan berbagai kondisi ekonomi dan sosial masyarakat. "Pertamax dan Pertamax Green 95 tidak mengalami perubahan harga dengan mempertimbangkan keekonomian, daya beli, serta kondisi sosial masyarakat," ucap Kitty Andhora. Penyesuaian ini membuat konsumen BBM nonsubsidi, khususnya pengguna kendaraan diesel, perlu menyiapkan anggaran lebih besar untuk kebutuhan bahan bakar mulai September 2026.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....