Romo Nicolaus Devianto Ajak Umat Memaknai Sisi Kebaikan Menyumbang

  • 17 Sep 2026 12:19 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Gereja Santo Antonius Padua Kotabaru menyelenggarakan perayaan ekaristi pada Jumat, 11 September 2026. Umat Katolik yang mengikuti perayaan ekaristi antusias mengikuti misa di sore hari.

Gereja Santo Antonius Padua Kotabaru merupakan gereja terbuka yang tidak hanya dihadiri umat dari wilayah paroki setempat, tetapi juga umat dari berbagai daerah. Jadwal misa harian sore hari di Gereja Santo Antonius Padua Kotabaru pada hari Senin, Selasa, Rabu, Kamis dan Jumat dimulai pada pukul 17.30 WIB.

Sebelum perayaan ekaristi di hari Jumat sore dimulai, umat menyanyikan lagu Pujilah Tuhan. Misa sore diiringi oleh tim paduan suara yang bernyanyi. Lagu pembukaan sebagai ungkapan syukur kepada Tuhan.

Perayaan ekaristi dipimpin oleh Romo Nicolaus Devianto Fajar Trinugroho, SJ. Putra altar atau misdinar membantu imam selama misa sore.

Kasula yang digunakan oleh Romo Fajar, SJ adalah berwarna hijau. Kasula adalah busana liturgi yang digunakan oleh imam Katolik. Bacaan pertama dalam perayaan ekaristi dari kitab suci 1 Kor 9:16-19.22b-27 dan bacaan kedua adalah Luk 6: 39-42.

Pada Hari Jumat pekan lalu, umat diajak merenungkan makna dari memberikan sumbangan.
Romo Nicolaus Devianto Fajar Trinugroho, SJ mengatakan ketika seseorang ingin memberikan sumbangan-sumbangan pemikiran ada dua hal kemungkinan yang terjadi.

“Yang pertama adalah memang orang tersebut ingin memberikan segala pikiran untuk menyumbangkan demi pelayanan dengan ketulusan. Yang kedua memiliki kemampuan tetapi merasa mampu dan ingin merasa dipandang dengan memberikan sumbangan dan pikiran dengan anggapan bahwa akulah yang utama,” katanya.

Romo Nicolaus Devianto Fajar Trinugroho, SJ mengajak umat yang hadir dalam perayaan ekaristi untuk melihat gambaran dari Injil Lukas bagaimana seseorang ingin memberikan ide gagasan kepada orang lain.

“Kalau dilihat maka tidak mudah karena seorang harus menjadi sempurna terlebih dahulu. Justru terbalikan dengan kita bahwa kita tidak akan pernah menjadi sempurna. Maka yang kita ukur adalah intensinya. Apakah intensi itu tujuan suatu yang baik atau sesuatu yang tidak baik dibungkus dengan sebuah kata-kata yang indah,” katanya.

Renungan harian Jumat, 11 September 2026 menjadi bahan refleksi bagi umat untuk mendekatkan diri kepada Tuhan. Selain itu, umat Katolik diingatkan untuk sejauh mana sikap setia dengan apa yang kita berikan, kita sumbangkan dan kita berikan gagasan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....