UAD Sambut 4.940 Mahasiswa Baru Melalui P2K dan Kenalkan Kedokteran Kebencanaan
- 15 Sep 2026 11:18 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta – Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menyambut sebanyak 4.940 mahasiswa baru dari seluruh pelosok Indonesia hingga mancanegara dalam gelombang kegiatan Program Pengenalan Kampus (P2K) tahun ini. Kegiatan orientasi diawali secara hangat dengan pementasan seni budaya sebagai sarana penanaman nilai karakter dan kebudayaan bangsa.
Wakil Rektor Bidang Akademik UAD Gatot Sugiarto menyampaikan rasa syukur atas besarnya kepercayaan masyarakat yang menitipkan pendidikan putra-putrinya di UAD yang kini menaungi 11 fakultas dan 60 program studi.
"Kampus adalah kawah candradimuka. Kami berpesan kepada para mahasiswa baru untuk mengeksplorasi potensi diri seluas-luasnya selama berkuliah melalui kegiatan positif, termasuk di 122 organisasi kemahasiswaan yang ada. Kami ingin lulusan UAD berbekal tiga modal utama, yakni intelectual capital, social capital, dan moral capital," katanya di Yogyakarta, Selasa, 15 September 2026.
Gatot juga menyoroti keunggulan spesifik yang dimiliki oleh Fakultas Kedokteran UAD yang berfokus pada kurikulum kedokteran kebencanaan. Meski kuota penerimaan dibatasi ketat oleh regulasi kementerian dan konsorsium, minat calon mahasiswa terhadap program ini tetap sangat tinggi.
"Fakultas Kedokteran kami berfokus pada dokter kebencanaan, sehingga lulusan kami memiliki kompetensi khusus dan nilai tambah dalam penanganan kondisi darurat bencana," ujarnya.
Keunggulan spesifik tersebut menjadi alasan kuat bagi para mahasiswa baru untuk menuntut ilmu di kampus ini. Salah satunya adalah Michi Radies Pratama, mahasiswa baru Program Studi Kedokteran asal Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan.
Michi mengaku memilih merantau ke Yogyakarta dan menempuh pendidikan di FK UAD karena tertarik dengan program penanggulangan bencana yang berorientasi langsung pada aksi di lapangan dan pengabdian masyarakat.
"Saya memilih FK UAD karena punya program penanggulangan bencana yang langsung terjun ke masyarakat. Di daerah asal saya di Sumatera Selatan, isu seperti kebakaran hutan dan lahan serta gempa bumi masih sering terjadi. Saya ingin ikut serta menolong masyarakat di sana," ucapnya.
Mahasiswa yang bercita-cita menjadi dokter spesialis forensik ini berharap proses belajarnya di UAD kelak dapat membenahi diri agar mampu memberi manfaat nyata bagi masyarakat luas.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....