Presiden Prabowo Ingin Perbaiki Buku Pelajaran, ini Tanggapan Pakar Pendidikan

  • 24 Agt 2026 12:11 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Rencana Presiden Prabowo Subianto untuk memperbaiki buku pelajaran mendapat perhatian dari pakar pendidikan UMY. Sebab, kebijakan itu menyasar jenjang sekolah dasar hingga sekolah menengah atas.

Pakar Pendidikan UMY, Dr. Ana Taqwa Wati mengusulkan, agar perbaikan buku pelajaran sekolah, jangan hanya memperbarui materi dan tampilan. Namun juga perlu diawali proses evaluasi kurikulum serta pemetaan kebutuhan, karakteristik, dan tentu saja kemampuan berpikir para siswa.

”Sekarang eranya sudah berubah sekali, percepatan informasi sangat tinggi,” katanya, Senin, 24 Agustus 2026. “Kalau kita ingin mengembangkan buku pelajaran, tentu harus diawali dari kurikulumnya.”

Menurut Ana, buku pelajaran berkualitas bukan hanya berisi materi yang lengkap, tetapi juga relevan dengan perkembangan zaman, serta sesuai karakteristik dan kemampuan berpikir siswa. Hal tersebut menjadi sangat penting, karena kemampuan peserta didik di Indonesia sangat beragam.

”Kami pernah menemukan satu sekolah yang level berpikir siswa SD-nya sudah mencapai level empat,” ucapnya. ”Sehingga siswa SD sudah mulai mampu mengkritisi dan menganalisis,”

Sehingga, Ana menilai standar buku pelajaran nasional perlu disusun secara bertahap. Terutama dengan mempertimbangkan kesenjangan kemampuan antar siswa, termasuk kondisi masing-masing sekolah di berbagai daerah.

Peningkatan standar akademik tidak dapat dilakukan dengan serta-merta menyamakan capaian siswa Indonesia, dengan para siswa dari negara lain. Yang utama, harus terlebih dahulu melihat kondisi nyata peserta didik di lapangan.

”Kalau kita memang ingin memperbaiki, harus dilakukan secara bertahap,” katanya. “Tidak bisa langsung dipaksakan pada standar yang tinggi. Kalau lebih dari 50 persen kualitas siswa di Indonesia masih berada pada low level.”

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....