Kerukunan dalam Keberagaman: IPARI Sleman Gelar Pentas Seni Budaya Lintas Agama

  • 13 Agt 2026 20:54 WIB
  •  Yogyakarta
Poin Utama
  • Pengurus Daerah IPARI Kabupaten Sleman menyelenggarakan Gelar Seni & Budaya Bersama dengan tema Menuju Moderasi dan Kerukunan Umat Beragama di Indonesia pada 11 Agustus 2026 di Pondok Pesantren Ahmad Syafii Academy.
  • Kegiatan ini menampilkan kolaborasi pertunjukan seni dari berbagai pemeluk agama sebagai bentuk nyata penguatan kerukunan umat dan moderasi beragama di wilayah Sleman.
  • Staf Ahli Bupati Sleman Bidang Kesejahteraan Rakyat menekankan bahwa Indonesia membutuhkan masyarakat yang berbeda-beda tetapi saling bekerja sama dan bergandengan tangan, bukan seragam.

RRI.CO.ID, Sleman - Pengurus Daerah Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (PD IPARI) Kabupaten Sleman menggelar ajang "Gelar Seni & Budaya Bersama IPARI Kabupaten Sleman" di Pondok Pesantren Ahmad Syafii Academy, Selasa 11 Agustus 2026 pagi. Mengusung tema “Menuju Moderasi dan Kerukunan Umat Beragama di Indonesia”, kegiatan ini menghadirkan kolaborasi pertunjukan seni dari berbagai pemeluk agama sebagai wujud nyata penguatan kerukunan umat dan moderasi beragama di wilayah Sleman.

Staf Ahli Bupati Sleman Bidang Kesejahteraan Rakyat (Kesra), Samsul Bakri, S.IP., M.M., yang hadir mewakili Pemerintah Kabupaten Sleman, menegaskan pentingnya menjaga persatuan di tengah keberagaman bangsa. Ia menyampaikan bahwa Indonesia tidak membutuhkan masyarakat yang semuanya seragam, melainkan masyarakat yang berbeda-beda tetapi mau saling bekerja sama dan bergandengan tangan. Samsul Bakri kemudian meresmikan pembukaan acara tersebut secara simbolis melalui pemukulan bedug.

Rangkaian kegiatan diawali dengan penampilan Hadroh Nurul Mustofa Kemenag Sleman, yang dilanjutkan dengan pembukaan resmi berupa doa bersama lintas agama oleh perwakilan lima umat beragama (Katolik, Kristen, Hindu, Buddha, dan Islam), serta penyanyian lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Mars IPARI. Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakan Kemenag) Kabupaten Sleman, H. Nadhif, S.Ag., M.S.I., bersama Ketua PD IPARI Kabupaten Sleman, H. Sunhaji, S.Ag., turut memberikan pengarahan terkait peran strategis penyuluh agama dalam mengawal nilai-nilai moderasi di tengah masyarakat.

Suasana kebersamaan kian terasa semarak melalui berbagai unjuk kebolehan seni yang dibawakan secara bergantian oleh kelompok perwakilan lintas agama. Pokjaluh Agama Islam menampilkan Tari Saman, sementara Pokjaluh Agama Katolik menyajikan Pentas Seni Angklung dari Gereja Banteng. Kehangatan budaya Nusantara berlanjut dengan pertunjukan Klotekan Seyegan dari Pokjaluh Agama Kristen, penampilan Lagon beriringan gamelan oleh Kelompok Laras Asa Pondok Pesantren Wahid Hasyim, serta persembahan seni tari dari Pokjaluh Agama Hindu dan Pokjaluh Agama Buddha yang membawakan Tari Dwi Pantara dari Studio Rama Shinta.

Tak hanya menyuguhkan keindahan seni pertunjukan, perhelatan ini juga dilengkapi dengan sesi Talk Show penguatan moderasi beragama yang disampaikan oleh Dr. Untung Waluyo, serta pementasan musik Gita Swara Sembada IPARI Sleman. Melalui perpaduan seni dan dialog budaya ini, IPARI Kabupaten Sleman berharap pesan-pesan toleransi serta kerukunan lintas iman dapat tersampaikan secara inklusif dan harmonis kepada seluruh lapisan masyarakat. (Ajeng)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....