Mahasiswa KKN UGM Latih Kader Posyandu Desa Bambar Antropometri
- 11 Agt 2026 21:18 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Jayapura – Mahasiswa KKN-PPM UGM melalui Tim Jejak Jayapura 2026 memperkuat kapasitas kader Posyandu di Desa Bambar, Distrik Waibu, Kabupaten Jayapura, Jumat, 31 Juli 2026. Kegiatan ini diikuti sekitar 25 kader dari lima Posyandu untuk mendukung kesiapan penerapan Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP).
Program penguatan tersebut berfokus pada peningkatan keterampilan kader dalam mengukur dan mencatat pertumbuhan anak secara presisi. Ketepatan pengukuran berat badan, panjang atau tinggi badan, lingkar lengan atas, hingga lingkar kepala menjadi kunci penting agar pemantauan gizi masyarakat lebih akurat.
Pelatihan diawali pemaparan materi, dilanjutkan demonstrasi dan praktik langsung penggunaan alat antropometri bersama tenaga kesehatan Puskesmas Waibu. Selain dilatih menggunakan alat dan mencatat hasil pada Kartu Menuju Sehat (KMS), para kader diajak membaca grafik pertumbuhan anak.
Ketua PKK Desa Bambar Herice T. Kaway menyambut baik langkah pembekalan ini.
“Penguatan kapasitas kader menjadi bagian penting dalam mempersiapkan Posyandu menuju Integrasi Layanan Primer. Kader merupakan salah satu ujung tombak pelayanan kesehatan di masyarakat, sehingga keterampilan pengukuran yang tepat sangat diperlukan,” ujarnya.
Untuk menguji pemahaman, kader diminta menyelesaikan studi kasus secara kelompok, mulai dari menentukan pola pertumbuhan hingga merencanakan tindak lanjut. Metode learning by doing ini diterapkan agar kader mendapatkan pengalaman praktis secara langsung.
| Baca juga: Kisah Inspiratif Arifin Lolos SNBP di UGM |
Mahasiswa Gizi KKN-PPM UGM Nisrina Athyra Karimah menuturkan bahwa kegiatan ini diinisiasi untuk meratakan pemahaman standar pelayanan. Pelatihan resmi dari dinas kerap kali hanya diwakili satu atau dua orang, sehingga belum menjangkau seluruh kader di lapangan.
“Program ini saya inisiasi sebagai bentuk bakti saya untuk ikut menciptakan pelayanan Posyandu yang benar dan sesuai standar di Desa Bambar,” katanya.
Kegiatan ini diikuti kader dari Posyandu Budung, Melati, Kali Ular, Kompi C, Transad, serta perwakilan Desa Doyo Baru. Nisrina menegaskan bahwa kolaborasi dengan Puskesmas Waibu dibangun agar pendampingan kader terus berlanjut secara berkelanjutan.
“Saya juga menggandeng Puskesmas Waibu dalam pelaksanaan kegiatan ini karena saya ingin programnya tidak berhenti ketika KKN selesai,” ucapnya.
Melalui kolaborasi ini, data pertumbuhan masyarakat diharapkan menjadi lebih akurat sebagai dasar intervensi kesehatan di Kabupaten Jayapura.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....