UNY Perkuat Ekowisata Tangguh Bencana Muara Progo Berkelanjutan
- 09 Agt 2026 06:06 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Kulon Progo - Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) sukses melaksanakan program pendampingan dan edukasi bagi Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Banaran di Dusun Bleberan, Kalurahan Banaran, Kapanewon Galur, Kabupaten Kulon Progo. Kegiatan yang didukung melalui pendanaan Hibah PkM Kemdiktisaintek Tahun 2026 ini bertujuan mentransformasi kawasan muara Sungai Progo menjadi destinasi ekowisata yang tangguh terhadap bencana. Program tersebut juga melibatkan Kelompok Tani Hutan (KTH) Tirto Manunggal serta para pemuda Banaran sebagai bagian dari penguatan kolaborasi masyarakat.
Program dipimpin oleh Kuntum Febriyantiningrum, S.Si., M.Sc. dari Departemen Pendidikan Biologi FMIPA UNY dengan menerapkan pendekatan Participatory Action Research (PAR), yang menempatkan masyarakat sebagai pelaku utama dalam proses pengembangan kawasan. Tim pengabdian turut diperkuat oleh Dr. phil. Galeh Nur Indriatno Putra Pratama, M.Pd. dari Fakultas Teknik UNY yang berperan dalam penyusunan rancangan pengembangan infrastruktur, serta Ulvina Rachmawati, M.Pd. dari Fakultas Psikologi UNY yang memberikan penguatan motivasi dan kapasitas kelompok mitra.
Selama pendampingan, peserta mengikuti berbagai workshop intensif yang mencakup interpretasi ekologi mangrove, teknik komunikasi pemandu wisata, hingga edukasi mengenai strategi Ecosystem-based Disaster Risk Reduction (Eco-DRR). Melalui materi tersebut, anggota Pokdarwis dibekali pemahaman mengenai fungsi ekosistem mangrove sebagai natural breakwater atau pemecah gelombang alami yang berperan penting dalam mengurangi risiko abrasi maupun tsunami di kawasan pesisir selatan.
Sebagai inovasi edukasi wisata, tim PkM juga menghadirkan tiga jenis papan informasi yang memuat materi tentang ekologi, bioindikator, dan mitigasi bencana. Seluruh papan informasi dilengkapi dengan QR Code yang dapat dipindai pengunjung untuk mengakses video edukatif berdurasi dua hingga tiga menit mengenai karakteristik dan keunikan kawasan muara Sungai Progo. Teknologi tersebut diharapkan mampu menghadirkan pengalaman wisata yang tidak hanya menarik, tetapi juga memberikan nilai edukatif mengenai pelestarian lingkungan dan kesiapsiagaan bencana.

"Kami tidak hanya ingin membangun wisata, tetapi juga membangun kesadaran. Melalui teknologi ini, edukasi mitigasi dapat dilakukan secara mandiri oleh pengunjung sambil menikmati keindahan alam," ujar Kuntum Febriyantiningrum. Menurutnya, pengembangan ekowisata berbasis edukasi menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kualitas destinasi sekaligus memperkuat kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana di kawasan pesisir.
Hasil pendampingan tersebut melahirkan tiga paket wisata unggulan yang kini dimiliki Pokdarwis Banaran, yakni Paket Ekologi Mangrove, Paket Edukasi Kebencanaan, serta Paket Birdwatching dan Fotografi yang memanfaatkan keberadaan burung-burung migran di kawasan muara Progo. Selain itu, program juga menghasilkan penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) layanan wisata, peningkatan kapasitas manajemen dan keterampilan sosial mitra yang ditargetkan mencapai 75 persen, serta dokumen kerja sama antara FMIPA UNY, Pokdarwis Banaran, dan KTH Tirto Manunggal. "Kami berharap masyarakat mampu mengelola potensi wisata secara mandiri, profesional, dan berkelanjutan sehingga manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang," katanya.
Program pengabdian ini juga memberikan kontribusi strategis terhadap pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi, khususnya IKU 2 melalui keterlibatan mahasiswa dalam pembelajaran di luar kampus dan IKU 5 melalui penerapan hasil riset dosen kepada masyarakat.
Di sisi lain, kegiatan tersebut turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 8 tentang pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja, SDG 13 mengenai aksi iklim melalui mitigasi bencana berbasis ekosistem, serta SDG 14 terkait pelestarian ekosistem laut dan pesisir. Sinergi antara akademisi dan masyarakat ini diharapkan menjadi fondasi bagi terwujudnya kawasan muara Sungai Progo yang mandiri, berkelanjutan, dan tangguh menghadapi berbagai tantangan lingkungan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....