Rektor UAD: Universitas Jangan Hanya Bikin Riset

  • 05 Agt 2026 07:13 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta – Di era Artificial Intelegence (AI) ini, nilai unggul sebuah universitas ditentukan seberapa besar dampak nyata, yang bisa diberikan untuk masyarakat. Kualitas pembelajaran dan produktivitas riset, bukan lagi ukuran utamanya.

Rektor Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta, Profesor Muchlas melihat hal ini, sebagai konsekuensi perkembangan AI, transformasi digital, hingga terbukanya jejaring kolaborasi global. Sehingga, perguruan tinggi dituntut untuk selalu bertransformasi.

”Universitas jangan hanya menghasilkan lulusan yang menguasai ilmu pengetahuan,” ucapnya saat melantik 11 Dekan Fakultas di Amphitarium Kampus 4 UAD Jalan Ringroad Selatan, Selasa, 4 Agustus 2026. ”Tetapi juga harus mampu melahirkan insan kreatif, adaptif, berintegritas, serta mampu menghadirkan solusi dari berbagai persoalan masyarakat.”

Menyadari tantangan itu, UAD menetapkan arah pengembangan universitas secara jelas, melalui pilihan strategis sebagai Community Services University. Pilihan ini merupakan jati diri UAD bahwa pendidikan, penelitian, dan kegiatan pengabdian kepada masyarakat harus terintegrasi agar bermanfaat.

Baik untuk masyarakat, persyarikatan, bangsa, dan tentu saja terwujudnya nilai kemanusiaan. Komitmen ini telah dituangkan dalam Rencana Strategis Universitas Ahmad Dahlan 2025– 2045 yang disusun dalam lima milestone pengembangan.

Dalam konteks ini, para dekan baru yang dilantik mengemban tanggung jawab strategis untuk mengawal pencapaian milestone pertama. Yaitu transformasi dan implementasi pengabdian kepada masyarakat yang terintegrasi dengan pendidikan, penelitian, serta dijiwai nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan.

Kedua, membangun budaya akademik unggul dan adaptif. Fakultas harus menjadi pusat pembelajaran yang mampu menjawab perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi melalui pembelajaran mendalam (deep learning).

”Pembelajaran berbasis proyek, serta pemanfaatan kecerdasan artifisial secara etis, bertanggung jawab,” ujarnya. ”Dan tetap menempatkan dosen sebagai pendidik sekaligus pembina karakter.”

Ketiga, memperkuat riset, inovasi, dan pengembangan sumber daya manusia. Agar menghasilkan publikasi yang berkualitas, kekayaan intelektual, inovasi, dan hilirisasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Keempat, meningkatkan reputasi dan jejaring internasional. Yang harus diwujudkan dalam bentuk penelitian bersama, publikasi bersama, mobilitas dosen dan mahasiswa, visiting professor, serta berbagai program akademik yang memperkuat reputasi global UAD.

Kelima, mewujudkan tata kelola fakultas yang profesional, berkelanjutan, dan berintegritas. Pengelolaan fakultas harus berbasis data, menjunjung tinggi transparansi, akuntabilitas, dan efisiensi.

”Disertai upaya memperluas sumber pendanaan, membangun kemitraan yang produktif,” ujarnya. ”Serta mengembangkan unit-unit usaha berbasis keunggulan ilmu pengetahuan.”

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....