Majelis Tabligh PWM DIY Ingatkan Bahaya Ghibah dan Pentingnya Etika Medsos
- 05 Agt 2026 13:30 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta – Amal seseorang dapat bertambah maupun berkurang bergantung pada perbuatan yang dilakukan. Oleh karena itu, umat Islam diimbau untuk senantiasa menjauhi perilaku buruk yang dapat merusak serta mengurangi nilai pahala.
Hal tersebut disampaikan oleh Anggota Majelis Tabligh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DIY Ustadz Imron Rosyid dalam program Mutiara Pagi di Pro 1 RRI Yogyakarta. Dalam tausiyahnya, ia mengutip kandungan Surah Al-Hujurat yang mengibaratkan perbuatan menggunjing atau ghibah seperti memakan daging saudara sendiri yang telah meninggal dunia.
Menjawab pertanyaan salah seorang pendengar mengenai pemanfaatan media sosial, Imron menjelaskan bahwa platform digital dapat memberikan manfaat sekaligus mudarat apabila tidak disikapi dengan bijak.
"Setiap pengguna media sosial harus memiliki akhlak yang baik dalam berinteraksi di ruang digital. Di era disrupsi saat ini, masyarakat dituntut lebih berhati-hati agar tidak mudah terjerumus ke dalam perilaku yang merugikan diri sendiri maupun orang lain," ujarnya, Selasa, 4 Agustus 2026.
Ia mengingatkan agar masyarakat senantiasa berpikir jernih sebelum mengunggah atau membagikan suatu informasi di ruang publik. Sikap bijaksana dan ketelitian dalam bermedia sosial menjadi kunci utama untuk menghindari penyebaran keburukan sekaligus menjadikan teknologi sebagai sarana menebarkan kebaikan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....